Share

Chapter 160.

Author: Amaleo
last update publish date: 2026-05-16 23:58:04

“Hah?! Pijat tubuh?!”

Yuna langsung menoleh tidak percaya ke arah Kai dengan mata melebar lebar. Sementara pria itu tetap duduk santai di kursinya sambil meminum kopi tanpa ekspresi.

“Reflexology,” koreksi Kai datar. “Kamu pikir saya panggil siapa?”

Yuna langsung tersedak udara sendiri.

Sial, Yuna benar-benar salah paham!

“B-bukan gitu maksud saya!”

Kai melirik sekilas dengan tatapan tipis yang terasa sangat mencurigakan. Namun anehnya, pr
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 160.

    “Hah?! Pijat tubuh?!”Yuna langsung menoleh tidak percaya ke arah Kai dengan mata melebar lebar. Sementara pria itu tetap duduk santai di kursinya sambil meminum kopi tanpa ekspresi.“Reflexology,” koreksi Kai datar. “Kamu pikir saya panggil siapa?”Yuna langsung tersedak udara sendiri.Sial, Yuna benar-benar salah paham!“B-bukan gitu maksud saya!”Kai melirik sekilas dengan tatapan tipis yang terasa sangat mencurigakan. Namun anehnya, pria itu tidak melanjutkan godaan apa pun. Yuna buru-buru menggeleng kecil sambil mencoba mengalihkan pembicaraan.“Nggak usah panggil orang segala juga kali ….” gumamnya pelan. “Saya cuma kecapekan sedikit kok. Lagian pasti repot buat Anda.”Kai langsung meletakkan cangkir kopinya pelan di meja.“Repot?”“Iya.” Yuna menggaruk pipinya canggung. “Anda sampe manggil terapis segala cuma karena saya sakit begini ….”Kai memandangnya beberapa detik

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 159.

    Air terus mengalir membasahi punggung tangan Yuna yang memerah samar, sementara Kai tetap memegang pergelangan tangannya erat namun hati-hati.Dan justru itu yang membuat Yuna makin tidak nyaman. Karena perhatian kecil seperti ini terasa terlalu asing datang dari Kai Verazo.Yuna akhirnya menoleh pelan.“Saya bisa sendiri,” ucapnya cepat sambil menarik napas kecil. “Kopi Anda … Anda bisa tuang sendiri kan? Biar sisanya saya atasi sendiri.”Kai memandangnya beberapa detik cukup lama. Tatapannya turun sekilas pada wajah pucat Yuna sebelum akhirnya pria itu melepaskan tangannya perlahan.“Jangan bikin dapur saya banjir,” gumamnya datar.Yuna langsung mendelik kecil.“Saya cuma tumpahin air sedikit.”Kai tidak menjawab lagi. Pria itu berbalik santai menuju meja dapur dan mulai menuangkan kopinya sendiri. Sementara itu, Yuna masih berdiri di depan wastafel sambil membiarkan air dingin mengalir beberapa meni

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 158.

    Cahaya matahari pagi yang redup menembus celah tirai besar penthouse saat Yuna perlahan membuka mata. Beberapa detik ia hanya menatap kosong langit-langit kamar sambil mencoba mengingat di mana dirinya sekarang. Dirinya tertidur begitu saja setelah mandi air hangat di kamar tamu. Yuna menghela napas pelan sambil memegang dahinya. Kepalanya sudah tidak terlalu sakit seperti kemarin malam, hanya masih terasa ringan dan sedikit berat di bagian belakang. Namun tubuhnya masih lemas. Ia melirik jam digital di meja samping kasur yang menunjukkan pukul 08:00. Mata Yuna langsung melebar. “Ya Tuhan—” Ia refleks bangkit dari kasur terlalu cepat hingga kepalanya langsung berputar ringan. Ia buru-buru memegang pinggir tempat tidur sambil memejamkan mata beberapa detik. Sial … tubuhnya masih belum benar-benar pulih. Namun kebiasaan bekerja membuat tubuhnya bergerak otomatis. Ia langsung berjalan cepat ke kamar mandi sambil mulai berpikir pakaian apa yang harus dipakai ke kantor hari ini, se

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 157.

    Hujan masih turun pelan membasahi jalanan kota saat mobil sport hitam Kai kembali melaju meninggalkan area restoran cepat saji. Di dalam mobil, suasana berubah jauh lebih sunyi dibanding sebelumnya. Tidak ada lagi suara Darren dari sambungan telepon. Tidak ada lagi ketegangan pesta keluarga Mahesa, tatapan curiga Alya, ataupun tekanan keluarga Darren yang terasa menyesakkan. Semuanya terasa seperti baru saja runtuh perlahan … dan meninggalkan kelelahan besar di dada Yuna. Gadis itu duduk diam sambil memeluk paper bag makanan di pangkuannya tanpa benar-benar berniat memakannya lagi. Pandangannya kosong mengarah ke jendela mobil yang dipenuhi titik-titik hujan. Sementara Kai menyetir tenang di sampingnya. Pria itu tidak banyak bicara sejak telepon tadi berakhir. Namun anehnya, justru keheningan Kai kali ini tidak terasa menekan seperti biasanya. Untuk pertama kalinya, Yuna merasa pria itu sengaja memberikannya ruang untuk bernapas. Beberapa menit berlalu sebelum akhirnya Kai mem

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 156.

    Suasana mobil langsung membeku. Beberapa detik tidak ada suara dari Darren, dan justru keheningan ini terasa jauh lebih berat daripada kemarahan. Saat Darren akhirnya bicara lagi, nada suaranya terdengar jauh lebih rendah. “Pak Kai, sebenarnya Anda siapa nya Yuna?” Kai tidak langsung menjawab. Tatapannya tetap lurus ke depan sebelum pria itu menyandarkan tubuhnya lebih santai dan berkata tenang. “Saya? Seseorang yang kebetulan masih punya akal sehat saat Anda terus menyeret Yuna ke kebohongan yang makin besar.” Rahang Yuna langsung menegang kecil. Sementara di seberang sana, Darren tertawa hambar pelan. “Jadi sekarang Anda merasa paling mengerti keadaan Yuna?” “Saya tidak merasa demikian,” jawab Kai datar. “Saya melihat sendiri bagaimana dia hancur karena kebohongan yang Anda buat.” Yuna langsung memejamkan mata frustasi kecil. “Pak Kai … sudah cukup.” Namun Kai tetap melanjutkan dengan nada rendah dan dingin. “Dia stres berhari-hari. Sampai jatuh sakit. Sampai pingsan mala

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 155.

    Hening menyelimuti udara di kabin mobil membuat Yuna semakin gugup. Kai mengambil minumnya lebih dulu sebelum menjawab dengan tenang. “Saya bawa kamu keluar.” “Terus?” “Keluarga Mahesa panik.” Yuna memejamkan mata frustrasi kecil. Ya Tuhan …. Yuna bahkan tidak berani membayangkan sekacau apa suasana tadi setelah dirinya pingsan. “Kemudian Ibunya Darren meminta maaf karena memaksamu datang saat kondisi kamu sakit.” Kai berhenti sebentar. “Dan acara ulang tahun dilanjutkan setelah kita pergi.” Yuna perlahan membuka mata lagi. “Cuma itu?” Kai menatapnya lurus beberapa detik. “Sebelum kamu pingsan, Ayah Darren hampir menyebut nama kamu di depan semua tamu. Makanya saya suruh kamu berdiri.” Yuna membeku. Beberapa potongan kejadian langsung tersusun di kepalanya sekarang. Tatapan Kai yang mendadak berubah serius. Nada suaranya yang tegas. Perintahnya agar Yuna berdiri saat itu juga. Dan beberapa detik setelahnya … dirinya benar-benar tumbang. Jantung Yuna langsu

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 21.

    Yuna menatap Kai dengan mulut setengah terbuka, tapi tak ada suara yang keluar. Jantungnya berdegup kencang sampai terasa sakit di dada. “B–bukan siapa-siapa,” jawabnya pelan, hampir tak terdengar. Kai tidak berkedip. Tatapannya tetap tajam, seolah bisa melihat langsung ke da

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 19.

    Yuna menatap Alya dengan mata membelalak. Alya … kenapa? Kenapa dia malah bilang seolah ia yang tak suka dibela? Hati Yuna hancur lebur. Entah kenapa apa yang dikatakan sang tokoh utama itu membuat ia tambah merasa bersalah, bahkan merasa tak pantas dapat pembelaan darinya. Ruangan kembali he

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 15.

    Jantung Yuna seperti terjun ke perut.Suara Kai kembali terdengar dengan nada lebih dingin yang tak memberinya ruang untuk tawar-menawar.“Sekarang kamu pilih. Kamu datang kemari, atau bayar semua hutangmu.”Yuna menahan napas. Jantungnya berdegup kencang sampai terasa

  • Sang Villainess Memikat Tiga Pria!   Chapter 14.

    Yuna tersadar dengan kepala masih linglung. Cahaya putih lampu neon menyilaukan matanya, sementara bau antiseptik tajam langsung menyerbu hidungnya. Tubuhnya terasa berat, dan denyut tajam di pelipisnya membuat kepalanya hampir pecah. Ia sudah di UGD. ‘Ya Tuhan … aku pingsan di koridor tadi?’ pik

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status