“Lanjutkan…” ucap Fahmi. Operasi berjalan dengan lancar, Fahmi telah menyelesaikan tugasnya, sisanya akan diteruskan oleh tim. Ia berjalan keluar dari ruang operasi, melepas sarung tangan, masker, jubah, dan penutup kepala. Ia mencuci tangan di wastafel, dari cermin terdapat pantulan dirinya, Fahmi melihat sekilas, lalu kembali fokus membersihkan tangan hingga ke siku. Koridor rumah sakit pada malam hari terasa lebih sepi, hanya ada satu atau dua orang yang lewat. Fahmi melangkah dengan santai, ia teringat dengan rumor yang biasa terjadi di rumah sakit. Rumor-rumor berbau horor itu juga dialami oleh rumah sakit milik keluarganya, hanya saja mereka tak begitu menanggapi. Bicara soal horor, Fahmi belum tahu apakah istrinya takut atau tidak pada hal semacam itu. Ia melirik jam tangannya, waktu semakin larut, ponselnya juga hening. Tak ada Nabila menghubunginya via pesan atau pun panggilan. Fahmi menghela nafasnya pelan, sepertinya Nabila sudah ti
Baca selengkapnya