Inicio / Romansa / Dokter Obgyn itu Suamiku / Bab 141 Operasi Cito

Compartir

Bab 141 Operasi Cito

Autor: Nisa Hikaru
last update Fecha de publicación: 2026-10-06 15:18:58

Fahmi bersiap meluncur ke rumah sakit malam ini, ia mengenakan kaos berkerah dan celana chino panjang. Sudah berapa pekan ia tidak melakukan operasi cito, karena cuti pernikahan dan memang belum mendapatkan tugas tersebut.

Malam ini, malam yang seharusnya dinikmati berdua dengan sang istri, namun harus ia relakan demi keselamatan dua nyawa sekaligus. Fahmi dan timnya akan berjuang melaksanakan operasi caesar seorang ibu yang sudah berjuang untuk persalinan normal secara induks
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
Masya Allah dok Fahmi... langgeng terus ya Fahmi dan Nabila <3
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 141 Operasi Cito

    Fahmi bersiap meluncur ke rumah sakit malam ini, ia mengenakan kaos berkerah dan celana chino panjang. Sudah berapa pekan ia tidak melakukan operasi cito, karena cuti pernikahan dan memang belum mendapatkan tugas tersebut. Malam ini, malam yang seharusnya dinikmati berdua dengan sang istri, namun harus ia relakan demi keselamatan dua nyawa sekaligus. Fahmi dan timnya akan berjuang melaksanakan operasi caesar seorang ibu yang sudah berjuang untuk persalinan normal secara induksi. Kasus seperti gagal induksi ini sudah sering sekali bagi Fahmi, jalan terakhir untuk menyelamatkan ibu dan janinnya adalah operasi. Di saat malam hari memang tak ada dokter spesialis kandungan yang bertugas, hanya bidan dan dokter IGD saja yang berjaga. Mata Fahmi melirik jam dinding yang terus berjalan menggerus waktu. Ia menoleh pada Nabila yang masih duduk memperhatikannya bersiap-siap berangkat. Senyum tipis terbit di wajah cantik itu. Senyu

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 140 Malam yang Indah?

    Kembali ke dunia kerja setelah melewati peristiwa besar dan penting dalam hidup. Kehidupan terus berjalan seperti biasa, namun tentu dengan rasa yang berbeda. Sudah dua pekan Fahmi dan Nabila bekerja, dalam kurun waktu tersebut seperti berlalu cukup cepat. Kehidupan pernikahan yang dijalani berjalan aman, setiap malam sebelum dan pagi sesudah tidur, Nabila selalu menjumpai suaminya di sebelahnya. Pemandangan indah yang hanya untuk dirinya seorang. Seperti malam ini juga, Nabila sudah mengenakan pakaian tidur berupa terusan selutut dengan motif bunga-bunga lucu yang menggemaskan. Sebelum tidur, ada ritual rutin yang ia lakukan, yaitu memakai produk perawatan wajah. Perawatan yang dilakukan Nabila hanya langkah yang sederhana saja, seperti membersihkan wajah dan memakai krim malam setelahnya. Ah, tak lupa, ia menyemprotkan sedikit parfum dengan aroma super lembut ke tubuhnya. Tidur pun harus dengan persiapan yang baik, namun jika sudah terlalu lelah, bias

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 139 Bihun Kuah

    Hujan masih mengguyur seluruh kota, walaupun sudah tak sederas sore tadi. Dari kaca pintu dapur yang menghadap ke taman, nampak air membasahi pohon dan tanaman-tanaman hijau di sana. Sorot lampu putih memberikan penerangan dan pantulan kilau air hujan yang cantik. Segelas kopi hitam tanpa gula milik Fahmi mengepulkan uap panas serta aroma yang menentramkan. Teh panas milik Nabila juga tak mau kalah, uapnya menari-nari di udara. Beberapa potong kue juga tersaji di atas piring keramik datar. Pasangan suami istri ini duduk berhadapan di meja makan ruang dapur. Keduanya sedang menikmati cuaca dan waktu senggang di malam selepas salat maghrib. Kedua minuman itu memberi hangat pada tubuh, dan kue manis yang tersaji sebagai lawan yang sepadan. “Kamu mau makan yang berat nggak?” tanya Fahmi sembari menaruh gelas kopinya. Nabila belum menjawab, ia baru saja menelan potongan kue ke dalam mulutnya. “Kayaknya nggak deh, Mas. Kue-kuenya ini bikin kenyang j

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 138 Hujan Pertama

    Sore waktu yang dinanti Fahmi sudah tiba, lelaki itu memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah sakit. Setelah menyelesaikan praktik di rumah sakit lain pada siang hari, Fahmi bergegas kembali ke rumah sakit milik keluarganya untuk menjemput pujaan hati. Pesan singkat yang mengabarkan dirinya sudah berada di jalan telah dikirim pada sang istri. Tak perlu menunggu lama, pesan itu dibalas dengan segera. Senyum manis merekah di wajah tampan itu. Sepekan lebih setelah pernikahan, ia mereguk nikmatnya jatuh cinta setelah cukup lama memendam rasa. Nabila membereskan barang bawaannya, ia bersiap menunggu sang suami tiba menjemputnya. Pekerjaannya di hari pertama bekerja setelah menikah hanya berbeda sedikit, yaitu status yang berubah. Data rekam medis yang ia masukkan ke dalam laptop cukup banyak seperti biasa. Laptop dan map berisi dokumen tertulis telah tersimpan rapi di dalam tas ransel. Nabila berdiri, ia memasangkan ransel ke punggungnya, terasa

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 137 Cinta atau...?

    Dengan senyum hangat Nabila mengantarkan sang suami yang akan berangkat ke rumah sakit lain dari area parkir ini. Fahmi yang sedang kecintaan sekali dengan sang istri, rasanya tak mau jauh-jauh dari wanitanya itu. Kaca mobil telah ditutup, Fahmi menjalankan mobilnya keluar dari area rumah sakit yang cukup besar itu. Dari kaca spion, mata Fahmi masih mendapati istrinya berdiri di tempat parkir, arah pandangannya juga tertuju pada mobilnya. Kini, roda mobil yang bergerak berputar itu telah membawa Fahmi keluar dari area rumah sakit. Sosok istrinya sudah tak tertangkap lagi dari kaca spion. Fahmi harus bersabar, sore nanti ia akan bertemu lagi dengan sang istri. Mobil Fahmi sudah tak ada lagi di area parkir, Nabila memutar balik tubuhnya, lalu berjalan masuk kembali ke dalam gedung rumah sakit. Tingkah sang suami yang tak mau berpisah dengannya sungguh menggemaskan. Kalau, tidak menikah dengan atasannya itu, ia tak akan tahu sisi lain seorang dr. Fahmi Ibr

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 136 Termotivasi

    Mata Fahmi melirik sang istri yang terkejut dengan jawabannya. Ia tersenyum menggoda, jawaban itu memang benar adanya. Ia tidak keceplosan sama sekali. “Beneran, Mas?” Nabila berharap suaminya bercanda. Fahmi mengganti senyumnya menjadi hangat sembari menatap sang istri. “Maaf, ya, mau nyebut nama kamu langsung, rasanya lidah agak kaku,” jelasnya. “Iya, tapi…” Nabila menatap suaminya. “Kalo lagi kerja, kan nggak enak, nanti dikira nggak profesional,” lanjutnya. Fahmi paham, ia juga sudah tahu arah pembicaraan sang istri. Besok-besok saat sedang bekerja ia tidak akan memanggil istrinya dengan sebutan ‘sayang’ lagi. “Iya, Sayang…” ucapnya paham. Nabila tersenyum hangat, lalu Fahmi beranjak dari duduknya. Ia berjalan keluar dari balik meja mengulurkan tangan pada istrinya. Uluran tangan itu disambut, mereka berjalan keluar dari ruang poli menuju kantin rumah sakit. Sembari berjalan melewati koridor yang menghubungkan antara ru

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 8 Bukan Hari yang Tenang

    Kaget bukan main. Kondisi Nabila saat ini membuatnya menjadi lebih sensitif. Sentuhan seperti tadi tentu membangkitkan rasa takutnya. Nabila menghela napas saat melihat sosok yang ia kenal berada di hadapannya. Kemudian, ia tersadar kunci kartu itu jatuh, lalu segera memungutnya.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 7 Melawan Takut

    Bukan pertanyaan bodoh. Inilah yang ada di kepala Nabila. Ia ingin tahu apa yang menjadi alasan Fahmi menyelematkannya tadi. Fahmi masih menatap Nabila, lalu ia membuangnya pada arah lurus ke depan. “Karena harus ditolong,” jawabnya dengan logis dan tenang. Nabila mengembuskan

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 6 Tolong

    Suara Fahmi terdengar rendah dan sangat dingin, membuat semua orang di dalam lift seketika menoleh ke belakang dengan terkejut.Nabila langsung mencengkeram scrub pria itu erat-erat, jemarinya bergetar hebat. Jantungnya berdetak kacau sampai terasa sakit.Wajah Fahmi terlihat te

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 5 Insiden

    Fahmi bersandar di kursi kerjanya dengan kedua tangan yang terlipat di dada. Wajah tampannya nampak tenang sekali, tapi senyum tipisnya terasa mengintimidasi bagi Nabila. Nabila benar-benar menyesal telah mengeluarkan pertanyaan bodoh itu, namun mau bagaimana lagi, emosinya lebih dulu b

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status