แชร์

Bab 147 Kabar Bahagia

ผู้เขียน: Nisa Hikaru
last update วันที่เผยแพร่: 2026-10-15 16:04:31

Mata Nabila berbinar-binar dan langsung berembun saat melihat hasil yang ditunjukkan oleh alat tes kehamilan tersebut. Ia menutup mulutnya dengan tangan kiri, dadanya terasa hangat. Rasanya ia tak percaya pada apa yang disaksikan oleh netranya sekarang.

Garis dua yang ditampilkan oleh alat itu sungguh mengejutkannya di pagi ini. Rasanya ia ingin segera memberi tahu sang suami yang masih terlelap, karena sekarang memang belum waktunya pria itu bangun seperti biasa.

Nabila m
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
Alhamdulillah, finally....
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 147 Kabar Bahagia

    Mata Nabila berbinar-binar dan langsung berembun saat melihat hasil yang ditunjukkan oleh alat tes kehamilan tersebut. Ia menutup mulutnya dengan tangan kiri, dadanya terasa hangat. Rasanya ia tak percaya pada apa yang disaksikan oleh netranya sekarang. Garis dua yang ditampilkan oleh alat itu sungguh mengejutkannya di pagi ini. Rasanya ia ingin segera memberi tahu sang suami yang masih terlelap, karena sekarang memang belum waktunya pria itu bangun seperti biasa. Nabila menyeka air matanya yang mengalir di pipi. Air mata kebahagiaan yang tumpah. Ia mengandung benih cinta yang ditanamkan oleh suami dan dirinya. Pernikahan ini terasa sangat membahagiakan dan lengkap dengan kabar baik ini. Sisa urin yang ada di dalam wadah, Nabila buang ke dalam kloset. Alat tes kehamilan tersebut ia simpan rapi di dalam sebuah amplop putih. Nanti ia akan berikan amplop tersebut pada sang suami. Rasanya tak sabar untuk segera memberikan benda itu pada belahan jiwa.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 146 Jangan Muncul Lagi

    Ketika nama Fahmi disebut, Lili mundur selangkah. Wajahnya nampak pucat pasi. Gertakan tersebut langsung membuatnya takut. “Ja—jangan…” ucapnya terbata. Nabila menatap Lili. Ia tadi sengaja tak langsung menggunakan kekuatan sang suami. Ia ingin meyelesaikannya dengan sendiri, namun ternyata Lili begitu memaksa dan cukup kuat. “Dih, langsung takut kan kamu,” ucap Merina kesal. Lili tak membalas, ia terdiam. “Nab, bentar lagi poli mulai kan?” tanya Merina. Nabila mengangguk. “Iya, Kak,” jawabnya. “Buruan balik gih,” ucap Merina menyarankan Nabila untuk segera kembali ke ruang poli. Nabila mengangguk lagi. “Makasih, ya, Kak,” ucapnya sambil melangkah pergi meninggalkan toilet. “Nab,” panggil Lili lirih menahan langkah kaki Nabila yang baru saja bergerak. Nabila menoleh dengan kaki yang siap akan melangkah lagi, tiba-tiba Lili langsung berlutut di hadapannya. “Maafin aku. Aku benar-benar

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 145 Kejadian di Toilet

    Seisi toilet semuanya berubah menjadi gelap. Tak ada cahaya remang-remang, karena memang tak ada ventilasi, sirkulasi udara dibantu dengan kipas. Tubuh Nabila seketika membeku. Pikirannya teringat dengan saat ia dikerjai oleh Lili waktu itu. Nabila berusaha untuk tenang. Ia mengatur napasnya sebaik mungkin. Di ruang sempit ini, ia merasa seperti dicekik. Selain gelap, toilet terasa sunyi sekali, tak ada orang lain yang sedang menggunakan ruangan ini. Perlahan, setelah napas yang teratur, tangan Nabila bergerak merogoh saku scrubnya. Beruntung sekali ponsel ia bawa. Fitur senter dinyalakan, cahayanya menembus gelap gulita. Tangan Nabila membuka grendel pintu bilik toilet, ia melangkah keluar. Kakinya sudah mencapai di depan wastafel, lampu toilet kembali menyala. Mata Nabila mengerjap saat cahaya lampu kembali menguasai ruangan tersebut. Cukup silau, namun perasaannya lega. Gelap sungguh mengundang rasa traumanya. Ia melihat ke sekitar, toilet benar-bena

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 144 Tentang Kebaikan

    Sebuah sentuhan halus mendarat di kening Nabila, ia merasakannya, namun matanya berat sekali. Sentuhan itu terasa antara seperti mimpi, namun juga nyata. Telinganya sayup-sayup mendengar suara lembut memanggilnya dengan sebutan spesial.“Sayang…” sebutan itu mengalun di telinga Nabila, menjadikannya terus-terusan ingin mendengarnya. Nabila sedikit mengerang. Kelopak matanya seperti ditimpa batu dan lem super, dengan sekuat tenaga ia mencoba untuk membukanya. “Sayang…” kali ini panggilan itu bersamaan dengan sentuhan lembut di kepalanya. Nabila masih terpejam, sentuhan itu sedang ia cerna, juga kenapa ia bisa tertidur. Perlahan meskipun terasa begitu berat, kelopak matanya terangkat sedikit. Sinar remang-remang lampu putih yang hangat menyusup ke dalam matanya. Mata Nabila mengerjap, kelopaknya menyapu sinar-sinar yang mengejutkan indra penglihatan. Beberapa kali mata itu membuka tutup, lalu menangkap sosok tampan di hadapannya tengah

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 143 Tertidur

    Jarum jam terus bergerak, mata Nabila masih cukup kuat. Ia duduk di tepi tempat tidur memperhatikan jam dinding yang ada di kamar, waktu operasi caesar tidak begitu lama, namun setidaknya suaminya akan menghabiskan waktu kurang lebih dua jam di luar rumah. Nabila mengecek ponselnya, tak ada pesan dari sang suami, itu menandakan bahwa operasi masih berlangsung. Sendirian di rumah baru ini ternyata cukup membosankan, Nabila bingung mau melakukan apa. Tak ada pekerjaan rumah yang belum terjamah, setiap sudut rumah rapi dan bersih. Mau memasak, tapi mau membuat apa, ia tak ada ide, dan lagi pula ini sudah larut malam.“Mas Fahmi kayaknya masih lama ya…” gumam Nabila sendiri. Kemudian, ia beranjak dari duduk, berjalan keluar kamar menuju ruang keluarga. Tangannya meraih remote televisi. Nabila mengarahkan remote itu pada aplikasi menonton berbayar. Dari beranda muncul berbagai rekomendasi film dan series yang terlihat menarik. Ada juga genre horor dengan post

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 142 Kebaikan yang Dikenang

    “Lanjutkan…” ucap Fahmi. Operasi berjalan dengan lancar, Fahmi telah menyelesaikan tugasnya, sisanya akan diteruskan oleh tim. Ia berjalan keluar dari ruang operasi, melepas sarung tangan, masker, jubah, dan penutup kepala. Ia mencuci tangan di wastafel, dari cermin terdapat pantulan dirinya, Fahmi melihat sekilas, lalu kembali fokus membersihkan tangan hingga ke siku. Koridor rumah sakit pada malam hari terasa lebih sepi, hanya ada satu atau dua orang yang lewat. Fahmi melangkah dengan santai, ia teringat dengan rumor yang biasa terjadi di rumah sakit. Rumor-rumor berbau horor itu juga dialami oleh rumah sakit milik keluarganya, hanya saja mereka tak begitu menanggapi. Bicara soal horor, Fahmi belum tahu apakah istrinya takut atau tidak pada hal semacam itu. Ia melirik jam tangannya, waktu semakin larut, ponselnya juga hening. Tak ada Nabila menghubunginya via pesan atau pun panggilan. Fahmi menghela nafasnya pelan, sepertinya Nabila sudah ti

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 8 Bukan Hari yang Tenang

    Kaget bukan main. Kondisi Nabila saat ini membuatnya menjadi lebih sensitif. Sentuhan seperti tadi tentu membangkitkan rasa takutnya. Nabila menghela napas saat melihat sosok yang ia kenal berada di hadapannya. Kemudian, ia tersadar kunci kartu itu jatuh, lalu segera memungutnya.

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 7 Melawan Takut

    Bukan pertanyaan bodoh. Inilah yang ada di kepala Nabila. Ia ingin tahu apa yang menjadi alasan Fahmi menyelematkannya tadi. Fahmi masih menatap Nabila, lalu ia membuangnya pada arah lurus ke depan. “Karena harus ditolong,” jawabnya dengan logis dan tenang. Nabila mengembuskan

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 6 Tolong

    Suara Fahmi terdengar rendah dan sangat dingin, membuat semua orang di dalam lift seketika menoleh ke belakang dengan terkejut.Nabila langsung mencengkeram scrub pria itu erat-erat, jemarinya bergetar hebat. Jantungnya berdetak kacau sampai terasa sakit.Wajah Fahmi terlihat te

  • Dokter Obgyn itu Suamiku   Bab 5 Insiden

    Fahmi bersandar di kursi kerjanya dengan kedua tangan yang terlipat di dada. Wajah tampannya nampak tenang sekali, tapi senyum tipisnya terasa mengintimidasi bagi Nabila. Nabila benar-benar menyesal telah mengeluarkan pertanyaan bodoh itu, namun mau bagaimana lagi, emosinya lebih dulu b

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status