Suara sirene polisi mulai terdengar dari kejauhan, awalnya hanya dengungan samar yang bersaing dengan desir angin di luar jendela tinggi apartemen Skyview. Namun, dalam hitungan detik, suara itu berubah menjadi raungan memekakkan telinga yang semakin lama semakin dekat, seolah-olah seluruh armada kepolisian kota sedang mengerubungi gedung tersebut. Aster masih terpaku menatap layar televisi di mana wajah Jeni tersenyum puas. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga rasanya ingin melompat keluar dari dada. Di pelukannya, Abam mulai rewel, merasakan ketegangan yang memancar dari tubuh sang ayah. "Tenang, Nak, tenang," bisik Aster, mencoba menenangkan dirinya sendiri sekaligus anaknya, meski keringat dingin sudah membasahi kemejanya. "Ayah di sini. Ayah nggak akan biarin siapa-siapa nyakitin kamu." "Tunggu dulu, Aster," suara Jeni di layar terdengar santai, hampir seperti sedang mengobrol soal cuaca. "Kamu dengar itu? Itu musik favoritku. Suara keadilan yang sedang datang menjemput
Dernière mise à jour : 2026-04-27 Read More