Angin gunung berembus kencang. Dua pasukan kini saling berhadapan di depan Gerbang Makam Teratai Putih. Di satu sisi berdiri Liang Wei, Ming Zhu, para Penjaga Bayangan, Jenderal Luo, Penjaga Makam, dan sisa Pasukan Pengawal Perbatasan Dinasti Ming. Di sisi lain, Wang Ji'an beserta pasukannya dan kelompok Teratai Hitam. Suasana begitu tegang hingga suara aliran sungai di bawah tebing terdengar jelas. Jenderal Xu Rong melangkah ke depan. Usianya sudah melewati lima puluh tahun, tetapi posturnya masih tegap. Tatapannya tertuju pada Ming Zhu. "Yang Mulia. Hamba akhirnya dapat menepati janji kepada mendiang Kaisar,” ucap Jenderal Xu Rong. Ming Zhu menatap pria itu penuh haru. "Jenderal Xu, Ayah pernah bercerita tentangmu,” ucap Ming Zhu. Xu Rong sedikit terkejut. "Benarkah Yang Mulia?” Ming Zhu mengangguk. "Beliau pernah berkata. Jika suatu hari ayah tidak lagi berada di sisimu, carilah Jenderal Xu Rong. Selama ia masih hidup, ia tidak akan membiarkan seorang pun men
Read more