“Perjamuan musim semi istana,” gumam Liang Wei. “Itu tiga hari lagi,” celetuk Su Mu. Ming Zhu mulai mengerti. “Para pejabat istana akan hadir. Termasuk nama-nama yang ada didalam daftar itu,” ucapnya. Suasana berubah semakin berat. Liang Wei menghela nafasnya panjang. “Kalau begitu, ini kesempatan kita untuk—“ ucapannya terpotong. “Dan juga kesempatan mereka,” sela Liang Wei. Semuanya terdiam. “Jika ini jebakan, maka perjamuan itu adalah panggungnya,” lanjut Liang Wei. “Kau tetap ingin datang?” tanya Ming Zhu. Liang Wei tersenyum tipis. “Justru kita harus datang,” ucapnya. “Tapi kondisimu—” “Aku tidak perlu melihat untuk mengenali musuh,” potong Liang Wei tenang. “Mereka yang akan menunjukkan diri mereka sendiri,” lanjut Liang Wei. Hening sejenak. “Kalau begitu, kita bersiap,” ucap Ming Zhu. Su Mu mengangguk. “Aku akan mengawasi dari luar. Jika ada yang mencurigakan, aku akan bergerak,” ucap nya. Liang Wei berdiri perlahan. Langkahnya sedikit goyah—n
続きを読む