“Tidak. Justru tepat waktu,” ucap Liang Wei. Ming Zhu dengan cepat bangkit dari ranjang dan berjalan kearah Ming Yue. “Berikan obatnya padaku, Kak,” ucap Ming Zhu. Nada suaranya kembali dingin. Terlalu rapi untuk seseorang yang baru saja berbagi ranjang. Ming Yue berjalan masuk perlahan, masih mencoba mencerna apa yang ia lihat. Sementara itu, Su Mu tetap di pintu, matanya sempat berhenti lebih lama pada Liang Wei. “Aku akan membantumu meminum obat, Tuan,” ucap Ming Zhu. Setelah obat diminum dan pemeriksaan singkat selesai, kamar Liang Wei kembali dipenuhi suasana yang lebih hidup. Ming Yue sibuk merapikan sisa ramuan, sementara Su Mu berdiri di dekat jendela, seolah hanya memperhatikan keadaan luar. Meski sesekali tatapannya beralih ke dalam ruangan. Liang Wei, yang kini duduk bersandar, tampak jauh lebih segar. Matanya masih belum sepenuhnya pulih, tetapi sudah cukup untuk menangkap ekspresi orang-orang di sekitarnya. Terutama satu orang. Ming Zhu berdiri tidak jauh da
続きを読む