“Kau sudah berubah,” ucap Liang Wei. “Berubah bagaimana?” “Tidak seperti awal bekerja disini,” ujar Liang Wei. Ming Zhu tak menjawab. “Kau benar-benar tahu posisimu sebagai seorang Putri,” ucap Liang Wei. Tangan pria itu naik dan mulai mengelus pipi Ming Zhu. “Jangan bahas ini sekarang, Tuan,” ucap Ming Zhu. “Aku tahu. Itu sangat berbahaya bagimu,” bisik Liang Wei. Liang Wei menarik dagu Ming Zhu tanpa aba-aba. “Tapi sekarang, kau tetaplah budakku,” lanjutnya. “Hamba tahu,” ucap Ming Zhu. Pagi datang terlalu cepat. Cahaya matahari yang menembus jendela tidak mampu menghangatkan suasana di kediaman Liang Wei. Malam sebelumnya masih terasa menggantung. Tentang Han Qiye, tentang Putri Ketiga, dan tentang identitas yang kini tak lagi tersembunyi. Di ruang utama, Liang Wei sedang mencerna ulang surat undangan itu. Tatapannya tenang, tapi pikirannya jelas jauh dari sederhana. Su Mu bersandar di dekat pintu, tangan terlipat. “Kalau ini jebakan, mereka pasti sudah m
続きを読む