Notifikasi pesan masuk dari nomor tidak dikenal sempat menyala sesaat, namun Kael yang sudah terlelap dalam dekapan Althea tidak menyadarinya. Di dalam selimut tebal, Althea bernapas teratur, tubuhnya terasa jauh lebih rileks setelah menghabiskan waktu panjang di kamar mandi tadi.Pagi harinya, Althea terbangun lebih dulu. Dia menatap wajah Kael yang tampak tenang saat tidur. Tidak ada guratan keras di dahi pria itu, membuatnya terlihat jauh lebih muda. Althea menggeser tubuhnya sedikit, mencoba bangkit, namun lengan Kael dengan cepat menariknya kembali."Mau ke mana?" tanya Kael dengan suara serak khas bangun tidur."Aku mau menyiapkan sarapan, Kael. Lagipula, hari ini kamu bilang aku cuti, kan?" sahut Althea sambil tersenyum.Kael membuka matanya, menatap Althea lekat. "Sarapan bisa kita pesan lewat telepon. Kamu tidak perlu ke dapur."Althea mencubit lengan Kael pelan. "Kamu benar-benar ingin aku menjadi tahanan di sini, ya?""Aku hanya ingin kamu tetap di sampingku," balas Kael. D
Read more