Tepat pukul empat sore, bursa saham resmi ditutup untuk hari itu. Berkat pergerakan cepat dari akun-akun rahasia milik Kael, harga saham perusahaan ayah Althea berhasil diselamatkan dari jurang kehancuran. Grafiknya stabil di zona hijau tipis, sebuah pencapaian yang pasti membuat Januar di seberang sana sedang meradang.Namun, pertempuran yang sesungguhnya baru akan dimulai tiga jam lagi. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sudah menanti mereka di gedung pusat.Di dalam mobil SUV mewah yang melaju membelah jalanan Jakarta, keheningan menyelimuti kabin. Althea duduk di kursi penumpang, matanya menatap lurus ke depan, sementara jarinya tidak berhenti mengetuk-ngetuk lututnya sendiri.Kael yang sedang menyetir melirik wanita di sampingnya itu sejenak. "Thea, berhenti mengetuk jarimu. Kita sudah memenangkan bursa saham siang tadi."Althea mengembuskan napas panjang, lalu menoleh ke arah Kael. "Itu baru bursa saham, Kael. Di ruang rapat nanti, Januar dan Hendra pasti punya cara l
Read more