Sinar matahari pagi yang hangat dan lembut menerobos masuk melalui celah tirai tipis di kamar tidur utama. Suasana ruangan terasa sangat sejuk, diiringi aroma samar minyak kayu putih dan bunga lavender dari pelembap udara di sudut meja. Althea mencoba menggerakkan kakinya untuk bangkit dari posisi berbaring di atas tempat tidur empuk. Namun, baru saja tubuhnya terangkat beberapa sentimeter, tangan besar Kael yang semula berada di pinggangnya langsung menahan pergerakan wanita itu dengan lembut. "Mau ke mana, Althea?" tanya Kael rendah. Pria itu sudah membuka matanya, menatap lurus ke arah istrinya dengan binar mata yang sangat jernih dan penuh kewaspadaan. "Aku mau ke kamar mandi sebentar, Kael," jawab Althea seraya tersenyum tipis. "Muka aku terasa kaku, mau cuci muka." Tanpa membuang waktu satu detik pun, Kael menyikap selimut tebal yang menutupi bagian bawah tubuh mereka. Pria itu turun dari tempat tidur lebih dulu, lalu membungkuk untuk menyelusupkan kedua tangannya ke bawah
Read more