Kepanikan melingkupi master bedroom di vila privat malam itu. Kaelen Dirgantara yang biasanya selalu tampil tenang, dingin, dan penuh kendali, kini berjalan bolak-balik di samping ranjang dengan raut wajah sangat tegang. Jas kasualnya sudah dia lempar sembarangan ke lantai, sementara dua kancing teratas kemejanya terbuka berantakan. Di atas ranjang empuk bertabur cahaya lampu temaram, Althea berbaring menyamping dengan wajah yang pucat. Rasa mual hebat dan pusing yang menyerangnya tadi belum juga mereda. Suara ketukan tergesa-gesa di pintu kamar memecah keheningan. Dokter privat keluarga yang bertugas di pulau tersebut masuk bersama seorang perawat, membawa peralatan medis lengkap. "Tuan Kael, kami menerima panggilan darurat," ucap dokter paruh baya itu dengan sopan namun sigap. "Periksa dia sekarang," perintah Kael dengan suara rendah yang bergetar tajam, memancarkan kecemasan luar biasa. Pria itu langsung menggenggam erat jemari Althea, menatap istrinya tanpa berkedip sedikit p
Read more