Sore harinya, udara di sekitar mansion utama terasa sejuk. Angin berembus membawa kesegaran dari pepohonan di taman belakang. Kael melangkah beriringan dengan Althea, menyesuaika jalannya yang pelan. Tangannya merangkul pinggang sang istri tanpa dilepas. "Suhu udaranya pas sekali sore ini, Kael," ujar Althea. "Jangan terlalu lama di luar," sahut Kael rendah. Jemarinya mengusap pinggang Althea secara teratur. "Kalau anginnya makin kencang, kita langsung masuk." Althea tertawa kecil, menyandarkan kepalanya di lengan Kael. "Kamu ini terlalu khawatir. Dokter bilang udara segar sore hari bagus untuk kehamilanku." "Aku cuma memastikan kamu tidak kedinginan," balas Kael pendek, terus berjalan memandungi jalan setapak. Mereka berputar dua kali di area taman sebelum Kael membimbing Althea masuk ke ruang keluarga. Di atas meja kaca, Bayu bersama dua arsitek senior berdiri menunggu. Sebuah maket tiga dimensi berukuran besar sudah terpasang di tengah meja, menampilkan rancangan kawasan kons
Read more