"Aku Kaelen Dirgantara," sahut Kael dingin, melangkah satu tapak lebih dekat yang membuat aura intimidasi di ruangan itu melonjak drastis. "Tidak ada rahasia yang bisa kamu sembunyikan dariku. Kamu sengaja menunggu Zayyan jatuh, memanfaatkannya untuk mendapatkan draf palsu, lalu mencoba mengancam istriku yang sedang hamil dengan surat murahanmu itu." Arlan terdiam kaku. Rasa takut yang sangat pekat mulai menggerogoti dadanya saat menyadari siapa lawan yang sedang dihadapinya. Kael bukan sekadar pengusaha biasa, pria ini adalah benteng tak tersentuh yang akan meratakan siapa pun yang berani mengusik keluarganya. "Aku... aku hanya menginginkan ganti rugi..." suara Arlan mulai bergetar, kehilangannya keberaniannya yang tadi meledak-ledak. "Perusahaanku bisa bangkrut total kalau kamu tidak menarik serangan finansial itu, Tuan Kael..." "Itu memang tujuanku," potong Kael tanpa keraguan sedikit pun. Kael menatap Arlan dengan mata sehitam malam yang tak memancarkan ampunan. "Kamu bera
Read more