Ruangan hening seketika. Surat tua di tangan Althea bergetar pelan. Tulisan tangan almarhum ayahnya terpampang jelas di atas kertas yang mulai menguning itu, menyebutkan nama almarhum ibu Kael sebagai pihak yang memegang hak kuasa dampingan atas sebagian saham utama. Kael mengerutkan dahi. Pria itu tidak panik, melainkan merapatkan dekapan tangannya di pinggang Althea, memberikan kehangatan yang langsung menenangkan guncangan di dada istrinya. "Jangan panik, Sayang," suara Kael terdengar sangat tenang dan mantap. "Baca seluruh isinya sampai selesai. Kita pahami bersama apa maksud pesan Ayahmu." Althea menghirup napas dalam-dalam, mencoba menguasai rasa terkejutnya. Dengan jemari yang dibimbing oleh tangan Kael, dia melanjutkan membaca paragraf berikutnya di dalam surat peninggalan tersebut. [Althea, putri kecil Ayah yang sangat Ayah cintai...] [Jika kamu membaca surat ini, artinya kamu sudah menemukan pria sejati yang mendampingi hidupmu dan memberimu keturunan. Ayah sengaja men
Read more