Share

Bab 2 Masa Lalu Rania

Penulis: OptimisNa_12
last update Tanggal publikasi: 2026-03-16 07:32:30

Bab 2 Masa Lalu Rania

"Saya akan jelaskan mengapa saya menawarkan adik saya untuk menggantikan posisi pengantin wanita dari Aland," ujar Rayyan.

Dengan serius, Pak Darma dan Bu Desi memperhatikan pria berusia 30 tahunan itu.

"Saya nggak mau munafik. Saya butuh perlindungan untuk adik saya," kata Rayyan serius.

"Perlindungan? Maksud kamu?" tanya Pak Darma tak mengerti.

"Jadi—"

"Gak perlu!" tukas Pak Darma, membuat Rayyan kebingungan.

"Gak perlu kamu jelaskan. Selagi adikmu bersedia menjadi menantuku, jangankan perlindungan, uang pun akan aku berikan," ujar Pak Darma.

"Tapi Pak—"

Pak Darma menatap Rayyan tajam yang membuat kakak Rania itu tak melanjutkan ucapannya.

Sementara itu, Aland berjalan ke luar melewati kedua orang tuanya dan juga Rayyan tanpa meninggalkan sepatah katapun. Ia bersikap seolah pasrah dengan apa yang akan dilakukan ayahnya padanya. Toh, apapun itu, Aland yakin keputusan ayahnya pasti yang terbaik untuknya dan perusahaannya.

"Maaf Pak, tapi saya harus menjelaskan lebih dahulu sebelum Pak Darma benar-benar mengambil keputusan," kata Rayyan, tak menyerah. Meski ia "menyerahkan" adiknya, tapi ia tak ingin Pak Darma salah memilih menantu.

Pak Darma menghela napas berat. "Ya sudah."

Rayyan pun mulai menjelaskan bagaimana masa lalu Rania yang menjadi alasan mengapa ia meminta perlindungan untuk adiknya itu. Rayyan tidak ingin adiknya hidup dalam was-was ataupun bayang-bayang pria yang sudah menyakiti Rania.

Beruntung, setelah mendengar penjelasan dari Rayyan, Pak Darma dan Bu Desi langsung menyetujui jika Rania akan menjadi menantunya. Terlepas bagaimana masa lalunya, toh, yang terpenting adalah bagaimana ia sekarang ini.

***

FLASHBACK!

"Devan bangun!" pekik Rania. Ia tampak syok karena keadaannya.

Dengan mata yang masih terkantuk-kantuk, Devan mencoba membuka matanya. "Kenapa sayang?" tanya Devan.

"Apa yang udah kita lakuin?" tanya Rania, panik.

"Hah? Emang kamu lupa ya?"

"Devan!"

Devan terkekeh senang. "Udahlah sayang, kalaupun kamu hamil, aku bakal tanggung jawab."

"Devan kamu gila ya?! Aku kan udah pernah bilang, aku gak mau disentuh sebelum adanya pernikahan."

"Udah terlanjur."

Sontak Rania memukul badan Devan. " Kamu jahat Dev, kamu jahat!" Rania menangis terisak.

Rania lantas turun dari kasur. "Kenapa sih kamu tega banget sama aku?!" Rania menatap benci pada pria di hadapannya itu.

Tanpa memedulikan Devan, Rania lantas membereskan keadaannya. Ia berniat ingin segera pergi dari kamar hotel dan meninggalkan kekasihnya begitu saja. Ia sangat-sangat menyesal dan merasa jijik pada dirinya sendiri.

Ya, Rania menyesal karena sudah mengiyakan ajakan Devan tadi malam. Padahal sebelumnya, kakaknya sudah melarangnya pergi karena waktu yang sudah mendekati tengah malam. Tapi Rania tetap ngotot karena Devan hanya mengajaknya makan malam di restoran tak jauh dari rumahnya.

Tapi justru ajakan itulah awal mula petaka terjadi.

"Sayang jangan jauh-jauh ya perginya!" seru Devan, tapi diabaikan oleh Rania.

"Kalau kamu sampai berani pergi jauh, foto-foto kita akan tersebar!" ancam Devan, tapi Rania tetap terus berjalan meninggalkannya.

"Kamu benar-benar gak punya hati, Dev. Kamu jahat!" batin Rania. Ia terus berjalan dengan perasaan dan keadaan yang terasa hancur.

————————————————————

Singkat cerita, setelah kejadian di hotel itu, Rania masih menjalin hubungan dengan Devan. Karena saat itu, Rania berharap kalau Devan tetap akan menikahinya. Seperti apa yang sebelumnya mereka rencana dulu. Akan tetapi, di pertemuan kali itu, Rania mendapatkan fakta yang cukup membuatnya syok tak menyangka. Hingga akhirnya membawanya pada satu keputusan besar.

Di mana waktu itu, Devan sedang di toilet dan meninggalkan ponselnya di meja. Sampai tiba-tiba Rania tidak sengaja melihat notifikasi pesan dari Harry yang menanyakan perihal kejadian di hotel.

Melihat itu, Rania yang kebingungan sekaligus penasaran pun membuka pesan dari teman dekat Devan. Dari situlah, ia lantas menelusuri pesan-pesan yang ada hingga akhirnya ia tahu jika ternyata dirinya sengaja dibawa oleh Devan ke hotel dengan bantuan Harry. Itu artinya Rania memang dijebak.

Mengetahui hal tersebut, Rania yang awalnya akan menerima Devan menjadi pasangan hidupnya pun hilang seketika. Ia semakin kesal, murka dan kecewa pada pria itu.

Dengan tangan yang bergetar dan perasaan yang masih syok, Rania menutup ponsel Devan. tak lama setelah itu, pria yang Rania akui memang tampan itu pun kembali.

"Kamu kok tega sih ngejebak aku?" tanya Rania pada Devan.

"Padahal tanpa kamu lakuin itu, aku juga bakal kamu sentuh. Hanya saja kita butuh waktu, Dev," ujar Rania, menahan perasaannya.

Devan yang baru saja kembali dari toilet pun dibuat bingung. Tapi sedetik kemudian, pandangannya tertuju ke ponselnya yang berada di genggaman tangan Rania. Devan tersadar kalau kekasihnya itu pasti sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Brak!

Rania membanting ponsel milik Devan. "Aku mau kita putus!" ujar Rania, ia lalu pergi tanpa memedulikan Devan.

"Rania!" pekik Devan, tapi Rania abaikan.

Tak menyerah, meski sudah diputuskan oleh Rania, Devan masih terus mencoba membujuk Rania untuk kembali ke pelukannya. Tapi Rania yang sudah terlanjur membenci Devan pun benar-benar tak menggubrisnya.

Hingga waktu berjalan, Rania yang masih dilanda kesedihan sekaligus perasaan kotor akan dirinya, membuat sikapnya berubah. Ia yang awalnya selalu bersikap ceria mendadak lebih banyak diam. Dan hal itu pun disadari oleh Rayyan yang membuatnya keheranan.

"Kamu kenapa? Akhir-akhir ini Kakak perhatikan kamu gak kayak biasanya," ujar Rayyan.

Rania terdiam sejenak. Ia bingung akankah harus bercerita atau tetap diam. Dalam hatinya, ia merasa takut jika harus jujur justru akan membuat dirinya dibenci oleh kakaknya. Karena bagaimanapun, apa yang telah menimpanya itu adalah buah dari ketidakpatuhannya pada kakaknya. Terlebih, perkara tersebut pasti membuat namanya juga nama keluarganya akan dipandang buruk oleh orang lain.

"Cerita sama Kakak. Kamu ada masalah apa?" tanya Rayyan lagi.

Namun Rania masih diam. Ia menahan tangisnya dan ... Rayyan tiba-tiba memeluknya yang seolah tahu jika permasalahan yang dihadapinya adiknya itu begitu berat.

Hingga pada akhirnya, Rania pun menjelaskan apa yang terjadi. Mulai dari dirinya yang dijebak hingga ia memutuskan hubungannya dengan Devan.

"Keputusanmu sudah tepat," kata Rayyan, yang masih memeluk adiknya itu. "Bahkan kalaupun kamu tetap memutuskan untuk menikah dengan Devan, Kakak gak bakal merestuinya."

Rayyan menjelaskan, belum ada hubungan yang sah saja Devan sudah berani bertindak senekat itu. Apalagi jika dia benar-benar menjadi suami dari adiknya. Kemungkinan besar pasti ia akan melakukan hal yang lebih mengerikan yang membuat Rania tetap harus bersamanya.

Rayyan melepaskan pelukannya dan menatap serius Rania. "Kakak tau ini berat buat kamu. Tapi Kakak minta sama kamu. Mulai sekarang, fokus sama dirimu sendiri. Perbaiki hidupmu dan lebih dekatlah sama Sang Pencipta. Oke?"

Rania mengangguk. Ia pun kembali menangis karena merasa diberi kesempatan oleh kakaknya. Dan terpenting, ia tetap menjadi adiknya yang memang harus dilindungi dan dijaga.

Hari terus berjalan. Hidup Rania mulai membaik. Ia bahkan sudah mantap mengenakan hijab. Benar, Rania memutuskan untuk merubah dirinya. Bukan hanya di penampilan saja, melainkan juga spiritualnya.

Ia juga sudah benar-benar memutus hubungan dengan Devan. Nomor telepon, W******p bahkan sampai media sosial milik Devan pun sudah ia blokir. Ia juga mengganti nomor teleponnya dan menutup semua akun media sosial miliknya. Ia betul-betul ingin melupakan Devan. Walaupun sebenarnya ia juga merasa takut kalau-kalau pria jahat itu tiba-tiba muncul di hadapannya.

Sampai suatu hari, ia mendapatkan kabar dari temannya yang juga mengenal Devan. Di mana mantan kekasihnya itu kini tengah dijerat kasus lalu lintas yang membuatnya harus dipenjara. Mendengar kabar tersebut, tentu Rania merasa senang. Karena dengan begitu, ia bisa bernapas lega tanpa harus was-was kalau Devan akan muncul. Yah, walaupun kasus lalu lintas memang tidaklah membuat Devan dipenjara lama, tapi setidaknya hal itu cukup membuat Rania merasa seakan terbebas dari bayang-bayang Devan.

***

Kembali ke masa sekarang ...

Mendapati dirinya yang seakan dituduh tidak bisa menjaga kehormatannya, Rania berusaha menjelaskan kepada Aland apa yang sebenarnya terjadi.

"Aku dijebak, Mas. Walaupun aku juga gak tau, aku udah disentuh atau enggak. Karena saat aku terbangun, aku masih pakai pakaian lengkap. Hanya saja ... pakaian dan rambutku memang sedikit berantakan," ujar Rania lemah. Ia tertunduk tak berani menatap Aland.

Aland terdiam sejenak seraya menatap Rania. Ia ragu untuk mempercayai cerita dari wanita berhijab di hadapannya itu. Tapi ....

Bersambung ...

☘️☘️☘️

Terima kasih sudah membaca, semoga suka dan happy reading yaa 🤗

Tetap Utamakan Baca Al-Qur'an 💜

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 42 Permintaan Rania

    Bab 42 Permintaan Rania "Berarti bener dugaan kita. Pasti pria misterius itu yang bawa mobilnya Ayahnya Devan," balas Ryan serius.Zaky mengangguk kecil. Ia sependapat dengan apa yang dikatakan Ryan barusan. Ya, memang itu yang sebelumnya ia curigai sejak awal mobil sedan itu keluar dari rumah keluarga Devan.Seraya terus mengikuti ke mana mobil sedan itu pergi, Ryan mencoba menghubungi Arga untuk memberitahukan apa yang barusan menjadi kecurigaannya bersama Zaky.***Waktu terus berlalu. Hingga kini sinar matahari mulai terbit. Di depan rumah mewah milik Aland, tanpa di duga, Zara muncul. Wanita yang mengenakan topi sebagai upaya menutupi wajahnya itu berulang kali berteriak memanggil nama mantan kekasihnya itu.Padahal si satpam sudah memintanya untuk pergi. Penjaga rumah Aland itu mengatakan dengan tegas jika bosnya melarang Zara untuk datang ke rumah. Akan tetapi, Zara yang keras kepala dan menganggap ucapan si satpam itu tidaklah benar. Ia justru mengancam akan melakukan bunuh

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 41 Mobil Ayah Devan yang Mencurigakan

    Bab 41 Mobil Ayah Devan yang Mencurigakan Ryan pun menjelaskan apa yang dilihatnya. Mulai dari kedatangan orang misterius itu, gerbang yang terbuka hingga kaitannya dengan informasi dari Bi Inah yang sebelumnya sudah ia ceritakan."Aku yakin orang itu pasti yang dimaksud sama Bi Inah," ujar Ryan.Jadi sebelumnya, ketika Ryan bertemu dengan Bi Inah, asisten rumah tangga keluarga Devan itu justru memberikan informasi padanya. Bi Inah mengatakan jika rumah majikannya akan kedatangan seseorang pada dini hari. Hal itu Bi Inah tahu dari obrolannya dengan si satpam yang diminta untuk berjaga pada waktu tersebut."Kita siap-siap. Kalau orang itu keluar, kita ikutin," ujar Ryan serius."Ok!" Zaky menunjukkan ibu jarinya.Setelah beberapa saat menunggu, sebuah mobil keluar melewati pintu gerbang."Kok mobil, Bang, yang keluar?" Zaky kebingungan."Itu mobil ayahnya Devan."Zaky menoleh ke arah Ryan dengan ekspresi wajah yang masih tak mengerti."Ikuti aja dulu," perintah Ryan pada Zaky yang sed

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 40 Sebuah Petunjuk

    Bab 40 Sebuah Petunjuk Ryan menjelaskan mengenai penyelidikannya. Ternyata, Bi Inah memang menyadari keberadaan mobil campervan milik mereka. Sempat merasa bingung dan heran karena belum pernah melihat mobil seperti itu. Mobil tapi tak seperti mobil, pikir bi Inah. Itulah mengapa perempuan paruh baya itu sempat terdiam sejenak menatap ke arah mobil campervan yang menjadi tempat tinggal sementara mereka itu."Terus? Bi Inah itu cerita nggak ke majikannya?" tanya Zaky."Aman," jawab Ryan.Zaky menghela napas. Meski sikap pria itu lebih sering terlihat selengekan, namun misi yang dijalankan tetaplah harus serius. Bukan hanya perkara karena dibayar, melainkan juga karena apa yang dilakukannya menyangkut nama orang yang sudah dianggap sebagai keluarga sendiri."Malah aku dapat info loh dari Bi Inah," ucap Ryan lagi."Info apaan?" sahut Zaky cepat. Ia tampak penasaran. Ryan pun menceritakan info yang dimaksud. Sampai setelah mendengarnya, senyum Zaky mengembang sempurna. Hatinya berbunga-

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 39 Aland Menemui Zara

    Bab 39 Aland Menemui ZaraAland mulai berjalan dengan Rania yang masih menggandeng tangannya. Di susul dengan Arga di belakang mereka.Benar, tak hanya Ryan dan Zaky yang beraksi, namun dengan dibersamai Arga juga Rania, langkah awal Aland untuk menjalankan misi balas dendamnya untuk orang-orang yang sudah mengusik hidup dan pernikahannya pun dimulai. ***Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, mobil yang ditumpangi Aland akhirnya berhenti di depan satu rumah sederhana. Pria berwajah dingin itu lebih dulu keluar bersama dengan Arga. Sedangkan Rania diminta untuk menunggu sejenak di dalam mobil.Setelah mengetuk pintu, seorang wanita berambut panjang keluar. Ia adalah Zara."Aland!" Kedua mata Zara seketika melebar. Senyumannya mengembang sempurna.Zara senang dan tak menyangka kalau pria yang dulu hampir menikahinya itu kini ada di hadapannya. Apalagi, Zara hampir stress karena menunggu kabar dari Aland yang tak kunjung muncul setelah pertemuan terakhir mereka beberapa har

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 38 Aland Memulai Misi

    Bab 38 Aland Memulai MisiSingkat cerita, setelah menyelesaikan kewajibannya, Ryan kembali duduk di hadapan laptop kerjanya. Ia hendak mengecek kamera dasbor yang sebelumnya sudah ia sambungkan ke perangkat tersebut. Dan dari rekaman kamera yang tertuju ke arah depan luar mobil, terlihatlah seorang wanita paruh baya yang Ryan kenal. Wanita itu adalah Bi Inah. Ia adalah asisten rumah tangga yang sudah bekerja cukup lama di keluarga Devan. Terlihat, wanita paruh baya itu sedang membuang sampah pada pukul setengah empat pagi. Namun, setelah itu ia tak langsung pergi. Ia berdiri di tempat seraya menatap ke arah mobil campervan selama beberapa saat. Lalu kembali masuk ke dalam rumah dengan sikap yang biasa. Meski begitu, Ryan tak lantas tenang. "Zak! Zaky!" seru Ryan, memanggil nama rekan kerjanya itu."Kenapa? Ada apa?" sahut Zaky yang berada di dapur. Pria itu tengah membuat secangkir kopi hitam sebagai upaya mengusir kantuk yang masih melekat di mata. "Lihat, deh!" Ryan menggerakkan

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 37 Misi Dimulai

    Bab 37 Misi DimulaiAland berjalan mendekati istrinya. Mengusap lembut kedua sisi rambut Rania dengan senyum yang tak kalah manis. Senyuman yang membuat hati wanita itu meleleh dan jantung yang mendadak berdebar."Ada hal yang mau aku katakan," ucap Aland, menatap dalam netra Rania."Apa itu, Mas?" tanya Rania penasaran.Aland menatap lekat kedua bola mata istrinya. Ia kembali mengulas senyum untuk Rania. Senyuman tulus yang kini bisa Rania dapatkan setiap saat. "Waktu bermain sudah hampir dekat," ujar Aland serius."Bermain?" Rania mengernyit. Pikirannya mendadak negatif dan ia mulai tersipu malu. Mengingat bagaimana hubungan mereka akhir-akhir ini. Lebih hangat, intim dan terasa bukan lagi sepasang suami istri di atas kertas.Aland mengangguk kecil. "Iya," jawabnya setengah lirih."Tunggu. Maksud Mas Aland bermain apa, sih?" tanya wanita itu dengan ragu. Ia takut salah menafsirkan apa yang dikatakan pria dengan baju tidur berwarna hitam di hadapannya itu.Pertanyaan Rania barusan ju

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 26 Masa Lalu yang Kembali Hadir

    Bab 26 Masa Lalu yang Kembali Hadir"Dik, kamu—" Belum sempat melanjutkan ucapannya, tiba-tiba suara Rayyan terputus karena pandangannya yang tanpa sengaja tertuju ke satu titik.Melihat ekspresi kakaknya, Rania kebingungan. Ia lalu menoleh ke arah yang dilihat oleh Rayyan. Dan ternyata, Aland dan

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 25 Pertemuan Aland dan Zaky

    Bab 25 Pertemuan Aland dan ZakyDan benar saja, hanya dengan sentuhan kecil itu, senyum Rania kembali merekah. Hatinya seketika bahagia karena Aland yang mengerti dirinya. Rania pun membiarkan tangan Aland yang masih menggenggam tangannya."Maaf ya, Mas, udah salah sangka sama kamu," ucap Rania, da

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 7 Keberadaan Devan

    Bab 7 Keberadaan Devan Tiba-tiba Aland terkekeh kecil. Ia heran sekaligus merasa prihatinkan akan dirinya sendiri yang ternyata cukup lama melalaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Hingga akhirnya di titik ini, ia kembali membentangkan sajadah. Pemandangan Rania yang khusyuk dalam doanya sem

  • My Husband, Marry Me : Balas Dendam Pengantin yang Terluka    Bab 6 Jawaban Rania

    Bab 6 Jawaban Rania "Dan yang kedua. Aku mau ngajak kamu kerja sama," ujar Aland menatap serius."Kerja sama?" Rania tak mengerti."Balas dendam."Rania terkejut. Ia terperangah tak percaya. "Tapi balas dendam bukan sesuatu perbuatan yang baik, Mas. Jadi maaf, aku nggak bisa terima kerjasama ini,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status