Andrew melompat turun dari kursi, lalu mengambil piring berisi buah-buahan yang baru saja dipotong oleh kakeknya.Karena Sofia sedang hamil, Charles memutuskan untuk tinggal sedikit lebih lama di tempat itu. Dia menemani Andrew bermain, mengajarinya belajar, dan mengantarnya ke sekolah. Dia bahkan membuatkan makanan untuk menantunya sampai membuat Sofia tidak enak hati.Dan buah-buahan itu, dia yang membelinya sendiri, memilih yang terbaik dan memotongkannya untuk menantunya. Sedikit pun dia tidak membiarkan Sofia masuk ke dapur. Tiba-tiba saja dia menjadi pria tua yang cerewet. Karem sampai tidak luput dari ocehannya.“Kakek, sudah boleh dibawa?”“Tunggu,” dia meletakkan anggur yang telah dicuci, “Bilang pada ibumu harus dihabiskan.”“Lalu untuk Andrew mana?” wajahnya tampak murung, “Andrew juga mau, Kakek.”“Kakek potongkan lagi, antarkan itu dulu untuk Ibumu.”“Baik, Kakek,” dia berlari kecil.“Jangan lari, pelan-pelan saja!” bentakannya membuat Andrew terkejut.“Maaf, Kakek,” d
Baca selengkapnya