แชร์

Bab 103

ผู้เขียน: Lenijuli
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-30 23:09:45

Beberapa kantong barang berada di atas lantai. Semua itu, barang-barang yang dibeli Dexter untuk putranya. Dia juga telah menyiapkan sebuah kartu yang dapat mempermudah dirinya mengirimkan uang untuk putranya nanti.

Sofia mungkin tidak mau menerimanya apalagi suaminya itu, tapi dia akan memberikannya secara diam-diam.

Dia menunggu dengan sabar, setelah dimarahi oleh ayah dan ibunya karena menghilang selama beberapa hari. Tapi Dexter hanya diam, membiarkan kedua orang tuanya mengoceh.

Dia malas
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Ikoh Jenggung
semoga berubah menjadi lebih baik ya Dex
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 107. Ending

    Marie sedang sibuk membersihkan kamar Sofia bersama berapa pelayan. Barang-barang yang sudah usang dikeluarkan. Ranjang dibersihkan, sprei diganti dengan yang bersih.Semuanya sibuk, Dexter sangat heran saat dia kembali. Ibunya tidak pernah sesibuk itu sebelumnya, dia bahkan sudah lama tidak bersemangat seperti itu.Dexter melangkah menuju kamar, melihat ibunya sedang sibuk mengatur beberapa barang yang baru dibeli.“Apa yang Mommy lakukan?” dia melangkah masuk, “Apa ada tamu yang akan datang?”“Dex, akhirnya kau pulang,” ibunya menghampirinya, “Mommy hanya ingin membersihkan kamar ini saja.”“Tidak ada yang menempati, lalu untuk apa dibersihkan? Bukankah pada akhirnya akan kotor lagi?”“Siapa bilang tidak akan ditempati?” “Jadi ada tamu?” Dexter melepaskan dasinya dan duduk di sisi ranjang, “Siapa?”“Sofia,” jawab ibunya singkat.Dexter terkejut, “Sofia mau pulang?”“Ya, dia akan pulang bersama anak-anak. Mommy harap kau tidak keberatan karena Mommy ingin dia menginap di sini. Kau m

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 106

    Andrew melompat turun dari kursi, lalu mengambil piring berisi buah-buahan yang baru saja dipotong oleh kakeknya.Karena Sofia sedang hamil, Charles memutuskan untuk tinggal sedikit lebih lama di tempat itu. Dia menemani Andrew bermain, mengajarinya belajar, dan mengantarnya ke sekolah. Dia bahkan membuatkan makanan untuk menantunya sampai membuat Sofia tidak enak hati.Dan buah-buahan itu, dia yang membelinya sendiri, memilih yang terbaik dan memotongkannya untuk menantunya. Sedikit pun dia tidak membiarkan Sofia masuk ke dapur. Tiba-tiba saja dia menjadi pria tua yang cerewet. Karem sampai tidak luput dari ocehannya.“Kakek, sudah boleh dibawa?”“Tunggu,” dia meletakkan anggur yang telah dicuci, “Bilang pada ibumu harus dihabiskan.”“Lalu untuk Andrew mana?” wajahnya tampak murung, “Andrew juga mau, Kakek.”“Kakek potongkan lagi, antarkan itu dulu untuk Ibumu.”“Baik, Kakek,” dia berlari kecil.“Jangan lari, pelan-pelan saja!” bentakannya membuat Andrew terkejut.“Maaf, Kakek,” d

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 105

    Kedatangan Ayah Karem mengejutkan Sofia. Dia sedang tidak enak badan, tapi dia harus menyambut kedatangan ayah mertuanya.Karem tidak ada di rumah, dia mengantar Andrew ke sekolah. Dan kedatangan pria tua itu tidak juga diketahui Karem karena memang ayahnya tidak memberitahu.Sofia yang berniat beristirahat mengurungkan niatnya. Dia keluar dari kamar, menyambut kedatangan ayah mertuanya yang sudah duduk di ruang tamu.“Dad, Kenapa tidak bilang mau datang?”“Kenapa?” pria tua itu menatapnya tajam, “Apa aku tidak boleh mengunjungi kalian?”“Bukan begitu. Kalau kami tahu—”“Mana Karem?” Ayah mertuanya menyela, “Apa dia tidak ada di rumah?”“Karem sedang mengantar Andrew, aku akan menghubunginya agar dia cepat kembali.”“Tidak usah. Duduk saja!”“Ka- kalau begitu aku akan buatkan minuman.”“Aku bilang duduk!” Pria tua itu membentak.Sofia terkejut. Nyalinya jadi ciut. Takut dimarahi Ayah mertuanya lagi, dia memilih duduk.Kepalanya menunduk, dia tidak berani memandangi Ayah mertuanya itu

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 104

    Selama di perjalanan pulang, Sofia hanya menghabiskan waktu dengan termenung. Tidak dia pungkiri kalau dia juga sedih berpisah dengan kedua orang tuanya.Tapi sejak awal, mereka memang sudah dipisahkan dengan keadaan. Apa lagi sekarang, dia telah menikah dan memiliki seseorang yang mencintainya.Dia duduk sendirian, menatap keluar tanpa berpaling. Karem menemani Andrew yang ingin tidur, tapi sesungguhnya ada yang ingin diberikan Andrew padanya.“Papa, Daddy memberikan Andrew banyak mainan,” Andrew berbaring di sampingnya. Dia tidak lupa dengan apa yang diberikan ayahnya.“Papa sudah melihatnya tadi.”“Daddy memberikan Andrew begitu banyak mainan, Apa itu berarti Daddy menyayangi Andrew?”“Bagaimana menurut Andrew? Apa kau tidak bisa merasakan kasih sayangnya?”“Andrew tidak tahu, Papa. Tapi Daddy memberikan banyak barang. Daddy juga memberikan ini untuk Andrew,” dia mengeluarkan kartu yang diberikan ayahnya, “Daddy bilang akan mengirimkan uang untuk Andrew, supaya Andrew bisa bayar ua

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 103

    Beberapa kantong barang berada di atas lantai. Semua itu, barang-barang yang dibeli Dexter untuk putranya. Dia juga telah menyiapkan sebuah kartu yang dapat mempermudah dirinya mengirimkan uang untuk putranya nanti.Sofia mungkin tidak mau menerimanya apalagi suaminya itu, tapi dia akan memberikannya secara diam-diam.Dia menunggu dengan sabar, setelah dimarahi oleh ayah dan ibunya karena menghilang selama beberapa hari. Tapi Dexter hanya diam, membiarkan kedua orang tuanya mengoceh.Dia malas untuk berpikir terlalu jauh karena dia tahu hanya ada rasa sakit setiap mengingat Sofia dan putranya telah dimiliki orang lain.Setelah itu, Dexter duduk di depan jendela, menunggu kedatangan putranya. Dia sangat berharap, tidak bertemu dengan suami Sofia.Ia menunggu cukup lama, hampir putus asa. Tapi saat sebuah mobil berhenti di depan pintu gerbang, harapannya pun datang.Sofia keluar terlebih dahulu, disusul dengan putranya yang melompat turun. Dexter sangat senang, tapi ketika melihat Karem

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 102

    Karem berada di rumahnya, berdiam diri begitu lama di depan jendela seperti memandangi masa depannya yang tak punya harapan.Setelah Sofia menikah dengan Karem, dia seperti orang bodoh yang kehilangan arah.Dia tidak tahu lagi harus bagaimana, semuanya terasa tidak berarti seolah-olah tidak ada lagi yang menginginkan dirinya.Sofia sudah pasti, apalagi putranya. Mereka berdua telah dimiliki orang lain, dia kira dapat menerimanya. Tapi tak menyangka, melepaskan mereka ternyata tidak semudah yang dia bayangkan.Beberapa hari dia hanya menghabiskan waktu dengan termenung. Penyesalan demi penyesalan menggerogoti dirinya, terkadang ia diam-diam menangis tanpa ada yang tahu.Ponselnya berbunyi, Dexter tampak enggan untuk menjawab meski itu dari ibunya. Dia hanya tidak mau mendengar kebahagiaan yang didapat Sofia meskipun dia sangat ingin bertemu dengan putranya.Ponselnya berbunyi lagi. Dexter menghela nafas, sepertinya memang haru dia jawab. Dan setelah itu dia akan meminta ibunya untuk t

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 101

    Pernikahan mereka benar-benar dilakukan dengan begitu sederhana. Setelah perceraian Sofia dan Dexter selesai, pernikahan pun langsung disiapkan.Tidak ada tamu undangan, hanya dihadiri oleh keluarga saja karena Sofia tidak ingin pernikahannya menjadi bahan tontonan.Dia pun tidak ingin ada gunjinga

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 100

    Pagi-pagi sekali, Karem mendapat telepon dari ayahnya. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba saja ayahnya berkata dia tidak perlu membawa Sofia pulang lagi.Meski dia merasa sedikit aneh. Tapi dia tidak mau memikirkannya karena dia tahu ayahnya pasti berubah pikiran, tidak ingin bertemu dengan Sofia.T

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 98

    Adrew tak henti mengoceh disepanjang jalan. Dia menceritakan bagaimana takutnya dia saat dipeluk oleh ayahnya. Dia juga menceritakan bagaimana kakek dan neneknya begitu menyayanginya, dan memberikan begitu banyak permen untuknya.Sofia tersenyum tipis mendengar ocehan putranya itu. Dia sangat bersy

  • Disakiti Suami, Dicintai Mafia Kejam   Bab 97

    Kakek dan neneknya sangat sedih karena Andrew sudah ingin pulang. Padahal mereka belum puas menghabiskan waktu bersama, tapi keinginan Andrew tidak dapat ditolak. Mereka takut Andrew membenci mereka dan tak mau datang lagi.Meski dia sudah mau berbicara dengan ayahnya, tapi dia belum mau berdekatan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status