"Eh, Vid, udah mau jam lima. Bentar lagi acara siraman terus doa bersama."Riri segera berdiri sambil membetulkan letak jam tangannya. Melihat David tetap duduk, Riri pun bertanya.“Kamu nggak kesana buat ngawal keluarga Ubaid?”David tampak enggan. Sebisa mungkin jika dia tidak dibutuhkan keluarga Ubaid, lebih baik menjauh.Lagi pula Aksara aman bersama keluarga besarnya. Dan disini minim ancaman karena banyak yang berjaga."Mendingan kamu ke pendopo, Vid. Daripada dikira nggak mau kerja."David mengangguk lalu berdiri. Bukannya tidak mau bekerja, tapi David sedang menciptakan jarak untuk dirinya dan Aksara.Di pendopo, suasana terasa khidmat. Segala keperluan ritual siraman, mulai dari bokor kuningan besar, untaian melati, hingga penataan kursi, sudah disiapkan.Riri dan David menuju pos penjagaan. Tidak lama kemudian, Riri menghampiri seorang lelaki berbadan tegap yang berdiri tidak jauh."Hei, Val!" sapa Riri akrab.Laki-laki itu menoleh mengangguk kecil pada Riri. Senyumnya sangat
Read more