"Ayah, Bunda, Mas Tira, aku nggak ikut pulang."Langkah ketiga anggota keluarganya terhenti. Lalu Aksara melirik ke arah David sekilas."Aku mau di sini dulu karena perban David harus diganti. Sekalian aku mau mastiin obat-obatan dan keperluannya tertata dengan benar. Nanti aku pulang sendiri."Pak Akhtara menyadari tanggung jawab dan penyesalan putrinya. "Kalau semua urusanmu di sini udah selesai, hubungi Ayah. Nanti biar sopir yang menjemputmu.""Iya, Ayah. Makasih."Setelah berpamitan sekali lagi pada Ibu David, Pak Akhtara, Bunda, dan Akhtira meninggalkan kediaman asri itu.Mita yang tidak ikut mengantar ke depan, langsung duduk di samping David. Air matanya membasahi pipi.Melihat adiknya menangis lagi, jemari David yang kasar mengusap air mata di pipi Mita dengan sayang."Udah, jangan nangis lagi. Mas kan udah di rumah sekarang. Mas baik-baik aja, Ta," bujuk David dengan suara menenangkan.Mita menggeleng. Ia mengambil tangan David untuk digenggam."Mas David bohong! Kalau baik-
Read more