Ia menatap langit yang terang dan cuaca mulai terasa hangat.“Ayo berangkat!”Aksara segera melewati David, setengah berlari kecil menuju dapur lalu David mengikuti dengan membawa rajutan Aksara yang tidak beraturan."Bunda, aku pergi ke pantai dulu ya, sama David," pamit Aksara dengan suara dibuat riang.Kemudian David sedikit membungkuk hormat ke arah Bunda Aksara, membenarkan ucapan putrinya sekaligus memberi isyarat bahwa ia akan bertanggung jawab penuh.Bunda Aksara menghela nafas lega."Iya, Sayang. Tapi ingat, jangan melakukan hal yang aneh-aneh di sana, ya? Jangan buat Bunda khawatir atau David kewalahan. David baru sembuh."Aksara mengulurkan kelingkingnya.“Aku akan jadi anak yang baik.”Bundanya menautkan kelingking kemudian menatap David."David, tolong hati-hati ya waktu nyetir. Jaga dirimu dan Aksara baik-baik.""Baik, Nyonya. Saya akan berkendara dengan hati-hati."Aksara langsung mengambil kotak kunci yang ada di atas kulkas lalu melemparkannya ke arah David."Vid, tang
Read more