Pukul enam pagi, David terbangun saat ponselnya berdering nyaring. Dahinya berkerut melihat nomor asing berkode Singapura."Halo?""DAVID! TOLONG AKU, VID! DAVID! AAGHH --- "Seluruh rasa kantuknya menguap dalam sekejap. Suara jeritan histeris itu tidak salah lagi adalah milik Aksara!"Aksara?! Dokter?! Dokter, Anda di mana?! Apa yang terjadi?!""Tutup mulutmu, perempuan sialan!"Suara bentakan kasar memotong jeritan Aksara, disusul suara tamparan keras."Aaakh!" Aksara terbatuk sambil terisak.Nafas David memburu, rahangnya mengeras, jemarinya mencengkeram ponsel kuat-kuat. Semalam mereka makan malam bersama, bagaimana mungkin pagi ini Aksara sudah berada di genggaman orang lain?!"Bre***ek! Siapa kamu?! Jangan berani-berani menyentuh dia satu jari pun!" geram David dengan suara membunuh.Lalu tawa keras terdengar dari seberang telfon yang membakar dada David."Hahaha! Pengawal siaga yang sangat responsif, heh? Suara gertakanmu boleh juga, Pengawal.""Siapa kamu?! Apa mau kalian?!""S
اقرأ المزيد