Gadis bernama Lila itu tersenyum ke arah kamera."Halo, David. Salam kenal."David berdeham pelan, mengecilkan sedikit suara ponselnya. Melirik Aksara yang tampaknya tidak mendengar obrolan mereka."Iya, salam kenal, Lila.""Vid, Lila ini pinter masak, ramah. Ibu suka banget. Kamu mau kan kenalan lebih jauh sama Lila?"David mengerutkan alisnya, terkejut."Maksud Ibu?""Ya kenalan, Vid. Siapa tahu cocok. Lila ini kriteria menantu idaman Ibu. Lagian kamu udah waktunya berkeluarga.”Berkeluarga?Sekarang saja dia masih berstatus suami Aksara secara diam-diam.Bagaimana bisa ia menerima perempuan lain jika dia cukup menikmati status dan perannya saat ini?"Ibu ... aku masih fokus kerja di sini dan --- ""Kerja itu kewajiban. Tapi tetap buka hati, Vid. Lila ini beneran baik dan nurut.”Lila tersenyum malu-malu di samping Ibu David dan berkata,"Ibu bisa aja.”Lalu ia menatap David dengan senyum manis.“Kalau David mengizinkan, aku bersedia kok, Bu, masakin sesuatu yang spesial."David bing
Ler mais