Aruna akhirnya sampai di depan kamar Cedric setelah diantar Celestine.Lorong kediaman Valmont siang itu terasa jauh lebih sunyi dibanding malam sebelumnya. Beberapa pelayan berlalu-lalang dengan langkah cepat membawa baskom air hangat, kain kompres, dan obat-obatan.Celestine berhenti di depan pintu besar berwarna gelap lalu membukanya perlahan.“Dia ada di dalam,” ujarnya pelan. Nada suaranya yang biasanya ceria terdengar jauh lebih hati-hati. “Kalau dia sedikit menyebalkan karena demam, abaikan saja.”Aruna mengangguk kecil.Namun sebelum ia sempat mengatakan apa pun, Celestine justru tersenyum tipis penuh arti.“Aku tinggal, ya.”“Hah?”Belum sempat Aruna menghentikannya, wanita itu sudah berjalan menjauh dengan langkah ringan, seolah sengaja meninggalkan mereka berdua.Pintu kamar tertutup pelan.Ruangan itu hangat karena nyala perapian, tetapi suasananya terasa jauh lebih sepi dari biasanya.Di atas tempat tidur besar dekat jendela, Cedric masih terbaring lemah.Rambut coklat ke
Dernière mise à jour : 2026-05-21 Read More