Mira dan Aruna bergegas menjauh dari kedai itu.Mereka terus berjalan melewati keramaian pasar tanpa berani menoleh ke belakang sedikit pun.Baru setelah berada cukup jauh dan tidak ada lagi tatapan mencurigakan mengarah pada mereka, Mira akhirnya menghela napas lega.Wajah pucatnya perlahan kembali normal.Sedangkan Aruna masih diam sejak tadi.“Lilian, kau terlalu gegabah,” ujar Mira pelan.Namun entah kenapa, cara Mira menekankan kata kau terdengar jauh lebih kaku dari biasanya.Aruna langsung menundukkan kepala kecil.“Maafkan aku, Mira,” gumamnya pelan. “Aku hanya penasaran.”Mira menghela napas kecil.“Tidak apa-apa… tetapi lain kali kita harus lebih berhati-hati.”Ia kembali berjalan lebih dulu, membuat Aruna mengikuti dari belakang.Keramaian pasar masih sama seperti sebelumnya.Orang-orang tetap tertawa, pedagang tetap berteriak menawarkan dagangan mereka.Namun entah kenapa—semua terasa berbeda sekarang.Seolah sejak pria Holy Order itu menatapnya, dunia di sekitar Aruna ik
Last Updated : 2026-05-19 Read more