“Count Valencio,” panggil Aruna sebelum menaiki kereta kudanya.Count itu segera menoleh.“Ya, Lady?”Aruna melirik sekeliling terlebih dahulu, memastikan tidak ada orang yang terlalu memperhatikan mereka.“Jangan sampai berita mengenai gaun yang saya pesan tersebar ke mana-mana.”Count Valencio tampak sedikit heran.“Apakah gaun itu bersifat rahasia?”“Kurang lebih begitu.”Aruna menghela napas.“Jika Ibunda dan Ayahanda mengetahui pilihan gaun saya sebelum pameran dimulai, saya yakin mereka akan memarahi saya.”Untuk sesaat, Count Valencio terdiam.Membayangkan reaksi Duke dan Duchess Ardent setelah melihat desain gaun yang dipilih Aruna memang cukup mudah dilakukan.Pada akhirnya ia tersenyum tipis.“Anda tidak perlu khawatir, Lady. Rahasia pelanggan adalah bagian dari pekerjaan kami.”“Bagus.”Aruna tampak lega.“Kalau begitu saya serahkan semuanya kepada Anda.”Setelah mengatakan itu, ia segera masuk ke dalam kereta.Sementara Count Valencio hanya bisa menggeleng pelan sambil mem
Read more