Aruna masih berada di dapur istana, tidak langsung kembali ke kamar seperti yang diperintahkan sebelumnya.Alih-alih beristirahat, ia justru berdiri di tengah area kerja para koki dengan pandangan tajam.Meja panjang di depannya dipenuhi bahan makanan yang akan disiapkan untuk istana, sebagian sudah diproses, sebagian masih mentah.Ia mengamati satu per satu tanpa banyak bicara di awal. Lalu matanya berhenti pada beberapa wadah sayuran yang tampak layu. Dan aroma samar yang tidak segar langsung mengganggu indranya.Aruna mengernyit.“Ini sudah busuk,” ucapnya tegas.Seorang pelayan yang berdiri di dekatnya langsung tersentak.“Maaf, Lady? Itu baru dikirim pagi tadi—”“Tidak peduli kapan dikirim,” potong Aruna cepat sambil menunjuk bagian sayuran itu. “Lihat warnanya. Dan baunya.”Suasana dapur langsung hening. Beberapa koki saling pandang, ragu untuk membantah. Aruna tidak berhenti di situ. Ia bergerak ke meja lain, memeriksa bahan satu per satu.“Ini juga tidak boleh dipakai untuk Ba
Read more