Bagi orang biasa, hal ini bukan hal yang aneh apalagi harus menjadi cita cita seseorang. Orang orang pasti akan menganggapnya sebagai orang yang aneh. Namun bagi orang orang yang terbiasa hidup di dalam penderitaan dan intrik Istana, kehidupan semacam itu benar benar cita citanya. “Zilan, nanti kamu jangan panggil aku Tuan Putri. Panggil aku adik dan aku akan memanggilmu kakak, kemudian sisanya ikuti kata kataku saja. “ Ucap Ning Xueqin. “Baik, Tuan- eh, adik. “ Balas Zilan dengan canggung. Ning Xueqin merasa bahwa Zilan ini agak menggemaskan, namun kemudian kembali fokus dengan tujuan utama mereka. Ning Xueqin meraba sesuatu dari saku pakaiannya lalu mengeluarkannya dan memberikannya kepada Zilan. “Zilan ini untukmu. Gunakan ini untuk melindungi diri dan melindungi orang lain, jangan takut. “ Ucap Ning Xueqin. Zilan menerima benda yang diberikan oleh Ning Xueqin dan menyimpannya dengan hati hati. Benda yang diberikan oleh Ning Xueqin adalah belati. Sebuah belati pasangan, sa
Read More