MasukTentu saja ini adalah halaman Chu Xincheng jadi Chu Xinling tidak akan bisa masuk, sekarang Ning Xueqin yakin bahwa api kebencian di hati kedua kakak beradik ini sudah menyala seluruhnya.Sebelumnya mungkin hanya gesekan gesekan kecil namun semakin ditambah oleh Ning Xueqin seperti ini maka mereka akan semakin membara.Ning Xueqin dengan sengaja mendekati kedua belah pihak, membiarkan mereka saling teradu domba dan saling berusaha untuk menjatuhkan satu sama lain.Keduanya berada di posisi rentan, Ning Chuan juga tidak ikut campur terhadap pemberian jabatan kepada mereka sehingga mereka merasa Ning Chuan mulai meninggalkan mereka.Jadi bagi orang-orang seperti mereka ini yang tidak memiliki kemampuan nyata dan hanya tahu cara untuk bergantung pada orang lain, maka ketika satu pohon dianggap tidak dapat menopang hidup mereka lagi maka mereka mau tidak mau mencari pohon lain sebagai sandaran mereka.Itulah yang diberikan oleh Ning Xueqin pada mereka. Karena itulah mereka secara membabi
“Apakah aku bisa menolak?” tanya Xie Guang dengan pasrah sekaligus kesal padanya.“Tentu saja tidak! Keluarga sedang berduka bagaimana kita bisa mengabaikan bakti kepada keluarga hanya untuk berlatih?” tanya Ning Xueqin berpura-pura begitu berbakti.“Aku baru tahu bahwa muridku yang baik begitu berbakti?” tanya Xie Guang dengan sarkasme.Ning Xueqin tidak membalas dan hanya terkekeh ringan menanggapi kekesalan Xie Guang, namun dia tahu jelas bahwa Xie Guang pasti tidak akan menahannya.Bahkan jika Xie Guang ingin pun dia memiliki seribu alasan untuk pergi dan tidak berlatih dengan alasan Chu Longqi meninggal ini.Ning Xueqin langsung berlari ke atas kereta kuda setelah dirinya mengganti pakaiannya dengan pakaian serba putih.Saat Ning Xueqin melangkah ke atas kereta kuda kali ini, dia sudah berbeda jauh dengan dirinya di beberapa tahun lalu.Dia kokoh dan bisa naik kereta kuda sendiri tanpa bantuan orang lain, dirinya sudah jauh lebih tinggi dari sebelumnya.Ning Xueqin segera memberi
Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan menganggap bahwa ini mungkin sudah hukum alam bagi Kediaman Chu yang sudah melakukan banyak kejahatan.“Selidiki paman ketigaku baik-baik, jangan tinggalkan sedikitpun detail. Hingga waktunya tiba, maka mereka semua tidak akan bisa meloloskan diri,” ucap Ning Xueqin kembali datar seperti biasa.“Kamu ingin menghancurkan seluruh Kediaman Chu, apakah karena upaya pembunuhan sebelumnya?” tanya Xie Guang dari belakang.“Ya dan tidak, ya karena itu salah satu yang mempengaruhinya. Tidak karena ini juga merupakan bagian dari keegoisanku,” ucap Ning Xueqin.Xie Guang tidak menanggapi dan menatapnya, menunggunya untuk menjelaskan lebih lanjut.“Bagimu mungkin aku terlalu picik atau pendendam, meskipun mereka telah berusaha membunuhku namun itu mungkin salah paham. Bagaimanapun mereka adalah satu satunya anggota keluarga ku dari pihak ibu.”Ning Xueqin memaksakan dirinya untuk tersenyum ketika mengatakan ini namun senyumnya justru terlihat jelek.“Tapi b
“Jadi apa tujuanmu?” tanya Xie Guang setelah tiba di atas kereta kuda.“Aku hanya ingin melihat pertunjukan dari keserakahan manusia, mari kita lihat seberani apa Chu Xinling ini,” jawab Ning Xueqin.Xie Guang menghela napas dan sepertinya paham dengan rencana miliknya, Ning Xueqin hanya tersenyum tipis di dalam cahaya yang redup ini.“Kenapa? Terkejut bahwa aku selicik ini? Menyesal telah bekerja untukku?” tanya Ning Xueqin sambil bertopang dagu.“Tidak, aku hanya berpikir… bahwa kehidupan Kekaisaran mungkin tidak sebaik yang orang katakan,”jawab Xie Guang.“Kamu benar. Kamu lihat di antara kakakku dan aku, siapa yang tangannya tidak berlumuran darah ? Di balik kemilau emas, terdapat lumuran darah yang tidak akan bisa dibersihkan sampai puluhan tahun kemudian,” balas Ning Xueqin tertawa ringan.Namun tawanya mengandung kesedihan yang tak tertahankan, sejujurnya dia merindukan kehidupan lamanya.Hidup dengan tenang tanpa kekhawatiran, dengan dua orang tua yang menyayanginya dan seoran
“Tidak perlu terlalu serius, aku hanya bercanda. Lagipula kita semua adalah keluarga kan? Tidak perlu sampai merepotkan Ayahanda,”bisik Ning Xueqin.“Namun, kakek… aku penasaran untuk siapa kamu melakukannya? Apakah untuk kakakku yang baik atau kalian justru diperintahkan olehnya?”tanya Ning Xueqin.Chu Longqi hampir muntah darah karena marah dan ingin pergi namun tangannya tidak dapat bergerak seinci pun karena tekanan dari Ning Xueqin.“Apakah aku sudah memerintahkan mu untuk pergi? Apakah begini cara Guru Kekaisaran Chu melayani atasannya?” tanya Ning Xueqin dengan mendominasi.“Apa maumu?” tanya Chu Longqi dengan dingin.“Apa mauku ya? Kalau begitu maka ini adalah yang paling rumit. Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku ingin kamu mengundurkan diri dari posisimu saat ini? Maka aku akan menganggap semua ini tidak pernah terjadi,”ucap Ning Xueqin dengan seringaian.Sejak awal dia tidak pernah berniat melaporkan hal ini kepada Kaisar Ning apalagi jika berkaitan dengan Keluarga Chu.
Xie Guang terdiam dan menatapnya dengan rumit sebelum akhirnya menghela napas, tampaknya Xie Guang sudah tahu tabiatnya yang asli.“Baiklah, kamu memiliki rencana. Jadi bagaimana sekarang?” tanya Xie Guang.“Tentu saja kita akan menyelidiki asal muasal dari pembunuh bayaran ini,” balas Ning Xueqin.“Bukan itu. Antara Zhen Ming dan aku, siapa yang akan kamu pertahankan?” tanya Xie Guang.“Oh… kamu tetap menjadi guruku saja, Zhen Ming akan menjadi pengawalku. Bagaimanapun kamu akan pergi berperang sewaktu-waktu, pada saat itu maka aku akan kesulitan,”jawab Ning Xueqin.“Baiklah, sesuai pengaturanmu saja,” balas Xie Guang dengan pasrah.“Tuan Putri, sekarang kita akan melakukan apa lagi?” tanya Zilan sambil merapihkan pakaiannya.“Kita akan mengikuti jalan setapak ini dan melihat dimana jalan setapak ini berakhir, mana tahu akan menghasilkan penemuan baru,” jawab Ning Xueqin.Tiba-tiba di saat Ning Xueqin melangkah ke depan, sebuah anak panah melesat beberapa langkah dari kepalanya.Semu
Ning Xueqin pun melangkah keluar dan memandang Kasim Yu yang menunggu di luar dengan senyum miring lalu menyeka air matanya dengan mudah. Seperti yang dikatakan, beberapa orang terkadang tidak bisa ditundukkan dengan cara lembut dan membutuhkan cara yang lebih keras. Kebetulan Kaisar Ning ini
Zhen Lingyu ini jelas sekali dengan sengaja mempermainkannya dengan menggantung kata katanya tapi anehnya, Ning Xueqin justru tidak merasa marah sedikitpun. “Namun? “ Tanya Ning Xueqin mendesak Zhen Lingyu. “Namun… jawabanmu benar. Yang Mulia juga telah mengetahui hal ini sejak awal, pernikahan k
Ning Xueqin lupa bahwa di tempat tinggalnya yang baru ini, hidup dan mati seorang budak sama sekali tidak berharga. Wei Luo juga tampaknya sudah tahu bahwa dirinya akan dihukum mati sejak awal sehingga tidak memberontak dan menurut saja saat dipukuli. Pada saat itu seluruh Aula Kekaisaran pun men
“Lumayan.” Ucap Kaisar Ning pada akhirnya. Ning Xueqin menganggukkan kepalanya dan lumayan senang, lumayan berarti tidak buruk hal ini menandakan bahwa Kaisar Ning cukup senang dengan pemberiannya. Jadi Ning Xueqin pun menundukkan kepalanya dan ingin kembali ke tempat duduknya sebelum akhirnya Ka







