共有

Chapter 151 - Tes

作者: Nyx
last update 公開日: 2026-06-12 23:13:24

“Rencana apa ? “ Tanya Yue Long penasaran.

“Bukankah seorang gadis penghibur tidak akan mendapatkan keadilan? Jika begitu bagaimana jika seorang Tuan Putri yang diculik?” Tanya Ning Xueqin dengan senyum miring.

Yue Long menatapnya tajam sebelum akhirnya diam diam memberikan persetujuan, mereka sudah membuat persyaratan dalam diam.

Ning Xueqin berencana untuk menyamar sebagai gadis utusan, nanti Yue Long akan mencarinya sampai ke Kediaman Hakim Daerah.

Dengan begitu maka Ning Xueqin dapat be
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 154 - Penyamaran

    Zilan menganggukkan kepalanya dan mengerti dengan pengajaran dan niat baik dari Ning Xueqin. Ning Xueqin bisa saja langsung mengakhiri hidup pria itu dalam sekali tusukan, sama seperti nasib pria yang pertama kali mati. Namun, Ning Xueqin ingin mengajari Zilan bahwa di dalam kondisi hidup dan mati, tidak boleh ada keraguan. Pengajaran ini tidak bisa diajarkan hanya melalui lisan melainkan harus dengan tindak langsung. Dengan begitu Zilan baru mengerti dengan arti sesungguhnya melindungi diri sendiri dan orang lain. Kadang kadang beberapa hal terutama hal semacam ini mudah untuk dikatakan namun sulit untuk dipraktekkan. Jika ingin cepat belajar hanya dengan pengalaman baru bisa menjadi ahli. Ning Xueqin awalnya bahkan tidak berani melihat banyak darah. Dia bukanlah pembunuh, apalagi terlahir sebagai seorang pembunuh. Hatinya merasa takut saat pertama kali melakukan pembunuhan. Namun dia masih ingat dengan kondisi mencekam malam itu, jika dia tidak membunuh dan melawan maka buk

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 153 - Kakak Adik

    Bagi orang biasa, hal ini bukan hal yang aneh apalagi harus menjadi cita cita seseorang. Orang orang pasti akan menganggapnya sebagai orang yang aneh. Namun bagi orang orang yang terbiasa hidup di dalam penderitaan dan intrik Istana, kehidupan semacam itu benar benar cita citanya. “Zilan, nanti kamu jangan panggil aku Tuan Putri. Panggil aku adik dan aku akan memanggilmu kakak, kemudian sisanya ikuti kata kataku saja. “ Ucap Ning Xueqin. “Baik, Tuan- eh, adik. “ Balas Zilan dengan canggung. Ning Xueqin merasa bahwa Zilan ini agak menggemaskan, namun kemudian kembali fokus dengan tujuan utama mereka. Ning Xueqin meraba sesuatu dari saku pakaiannya lalu mengeluarkannya dan memberikannya kepada Zilan. “Zilan ini untukmu. Gunakan ini untuk melindungi diri dan melindungi orang lain, jangan takut. “ Ucap Ning Xueqin. Zilan menerima benda yang diberikan oleh Ning Xueqin dan menyimpannya dengan hati hati. Benda yang diberikan oleh Ning Xueqin adalah belati. Sebuah belati pasangan, sa

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 152 - Pasangan?

    “Mei Qian yakin Zilan bisa, Zilan sangat gigih setiap harinya dan bertekad bisa melindungi Tuan Putri. Dia pasti bisa dan mewakili Mei Qian untuk melindungi Tuan Putri. “Hibur Mei Qian. “Sejak kapan ucapanmu menjadi begitu manis? Kenapa aku, Tuanmu, ini baru mengetahuinya sekarang ? “ Tanya Ning Xueqin bercanda. Mei Qian terkekeh dan memegang tangannya dengan erat, Ning Xueqin menghela napas dengan lega untuk sesaat. Bersama dengan Mei Qian sangat menenangkan dirinya. Mei Qian sudah seperti kakaknya. Begitu hangat dan perhatian padanya, tidak takut menghadapi bahaya meski tahu bahwa melayani dirinya, itu berarti menentang banyak orang. Ning Xueqin juga tidak akan melupakan jasa Mei Qian yang sudah beberapa kali menyelamatkan nyawanya. Ini adalah budi besar yang harus dibalas dengan nyawa. Pemikiran Ning Xueqin buyar setelah sebuah anak panah dilepaskan oleh Zilan dan menembus kerimbunan pohon apel di seberang. “Cheng Xu, kamu pergilah dan periksa. Apakah menusuk apel atau tida

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 151 - Tes

    “Rencana apa ? “ Tanya Yue Long penasaran. “Bukankah seorang gadis penghibur tidak akan mendapatkan keadilan? Jika begitu bagaimana jika seorang Tuan Putri yang diculik?” Tanya Ning Xueqin dengan senyum miring. Yue Long menatapnya tajam sebelum akhirnya diam diam memberikan persetujuan, mereka sudah membuat persyaratan dalam diam. Ning Xueqin berencana untuk menyamar sebagai gadis utusan, nanti Yue Long akan mencarinya sampai ke Kediaman Hakim Daerah. Dengan begitu maka Ning Xueqin dapat bersaksi bahwa dirinya diculik oleh rumah bordil ilegal. Ning Xueqin ingin melihat, apakah Hakim Daerah itu tidak akan dihukum sama sekali setelah menerima tuduhan menculik Tuan Putri. “Jika begitu maka kita sepakat , Hakim Yue. “ Ucap Ning Xueqin bangkit berdiri dan ingin pergi.“Tunggu sebentar, Tuan Putri. “ Panggil Yue Long. Ning Xueqin menoleh ke belakang dan memandangnya dengan kebingungan. “Hakim Daerah Ping An ini bukan orang yang mudah dikelabui seperti Xu Chang. Xu Chang terbiasa tin

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 150 - Rencana Bagus

    “Tuan Putri , hal ini tidak akan berpengaruh baik untukmu. Izinkan aku mengatakan beberapa hal yang mungkin tidak nyaman untuk didengar. “Ucap Yue Long terlihat serius. “Katakanlah, aku akan mendengarnya. “ Balas Ning Xueqin dengan tenang. Yue Long berdeham dan duduk tegak dengan bermartabat layaknya seorang bangsawan yang sesungguhnya. “Tuan Putri saat ini tidak memiliki dukungan di Istana, Yang Mulia kurang menyukai Tuan Putri dan opini publik terhadap Tuan Putri sangatlah buruk. ““Jika seorang Hakim Daerah menuntut mu, dengan nilai nilai moral dan menyatakan bahwa kamu melakukan fitnah terhadap pejabat daerah demi membela wanita penghibur, maka itu akan semakin merugikan mu. ““Yang Mulia mungkin akan terpaksa menyingkirkanmu atau yang lebih buruk lagi… Kamu akan kembali dikirim ke Kekaisaran Zhong untuk menjadi Putri tawanan. ““Kehidupan di sana tidak akan lebih baik dari sebelumnya. Jadi untuk sementara ini, kamu harus menahan diri terlebih dahulu, Tuan Putri.”“Hamba tahu b

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 149 - Pengecualian

    Sesampainya di kediaman, ternyata kediaman telah gempar karena Ning Xueqin yang menghilang dan hanya menyisakan busurnya saja. Cheng Xu dan Mei Qian hampir saja pingsan sebelum akhirnya melihat seorang gadis kecil berdiri di depan pagar dengan raut wajah tenang. Siapa lagi jika bukan Tuan Putri Kekaisaran Ning yang membuat kegemparan? Ning Xueqin. “Tuan Putri! Darimana saja kamu?! Aku hampir takut sampai mati! “ Teriak Mei Qian dari dalam dengan panik. “Pelankan suaramu, apakah kamu ingin semua orang tahu bahwa aku adalah seorang Tuan Putri? “ Tanya Ning Xueqin merasa aneh. Dia hanya keluar sebentar dan orang orang ini sudah bertindak berlebihan sampai sampai membuat kehebohan di tengah malam seperti ini. “Apakah Hakim Yu sudah bangun juga? Mengingat ini sudah pukul dua pagi, jika sudah maka aku ingin bicara dengannya. “ Ucap Ning Xueqin dengan tenang. “Tuan Putri, apakah ada yang salah? Raut wajah mu tidak bagus. “ Tanya Mei Qian dengan gelisah. “Ya, ada hal buruk yang baru s

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 7 - Papan Target

    Ning Xueqin pun memanggil Meiqian untuk membawakannya kertas dan alat tulis lalu menatap barang barang itu dengan agak terperangah. Ning Xueqin bahkan agak merasa terpukul ketika melihat barang barang ini, sebenarnya dia sudah menyiapkan dirinya sendiri bahwa benda benda aneh ini memang akan menem

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 19 - Setitik Kelembutan

    Ning Xueqin agak tertegun ketika mendengarkan keputusan besar ini karena Ning Xueqin sedikit tahu tentang posisi pangkat Selir. Dari budak penghangat ranjang, menjadi Selir lalu menjadi Selir Mulia dan terakhir adalah Selir Agung. Selir Su sendiri adalah pemimpin para Selir lain karena tidak memi

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 6 - Pelayan

    “Apakah kamu ingin pergi sendiri atau ingin aku menambah waktu kurungannya? “Tanya Kaisar Ning. Ning Xueqin berpikir sejenak dan tentu saja tidak ingin hukuman ditambah, tidak apa apa jika satu tahun dibandingkan lebih lama lagi. Jadi Ning Xueqin berlutut dan bersujud di belakang Kaisar Ning deng

  • Ayah, Jangan Bunuh Aku!    Chapter 17 - Istana Selir Su

    “Apakah Tuan Putri yakin dengan rencana ini? “Tanya Mei Qian dengan ragu ragu dan jelas ada ketakutan di wajahnya. “Bagaimana jika-” Ucapan Mei Qian terpotong oleh Ning Xueqin yang menggelengkan kepalanya. “Berhasil atau tidak tergantung kerja sama kita berdua. Kamu harus berusaha sekuat tenaga,

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status