LOGIN“Aku memanggilku kemari bukan karena kamu membuat ulah melainkan untuk memberikanmu penghargaan,” ucap Ning Xueqin.Ning Xueqin mengangkat tangannya dan Mei Qian meletakkan sebuah peti kecil di atas tangannya dan Ning Xueqin memberikannya kepada Zhen Ming.Zhen Ming menerima peti kecil itu lalu membuka isinya lalu melihat beberapa lembar kertas di dalamnya.“Apa maksudnya semua ini? Aku tidak kekurangan semua ini,” tanya Zhen Ming sambil mengerutkan dahinya.Ning Xueqin tidak tersinggung dan menatap surat akta tanah dan beberapa ratus tael emas itu yang berada di tangan Zhen Ming.“Sebagai Tuan muda tunggal dari Kediaman Zhen, kamu tentu saja tidak kekurangan hal semacam ini namun aku benar-benar tidak tahu harus membalasmu apalagi, aku hanya bisa memikirkan ini,” ucap Ning Xueqin dengan pasrah.“Apa maksudnya? Bisakah kamu mengatakannya dengan jelas? Aku tidak terlalu paham,” tanya Zhen Ming.“Kamu pasti sudah mendengar kabar yang beredar belakangan ini di Istana bahwa aku akan seger
“Tuan Putri, kamu sudah sembuh?! Sudah berapa lama?!” tanya Mei Qian dengan penuh keterkejutan dan antusias.Mei Qian berlari untuk memeluk dirinya sementara dirinya membalas pelukan itu dengan hangat.“Saat kalian pergi tadi, rasa sakit di mataku sudah menghilang sepenuhnya. Aku bisa melihat sedikit dari balik kain tipis ini jadi aku memutuskan untuk melepasnya,” jawab Ning Xueqin dengan jujur.“Tuan Putri, benar benar ajaib! Kemarin siang masih dalam keadaan buruk sampai-sampai membuat Tabib Kekaisaran Qiu cemas, namun hari ini sudah sembuh sepenuhnya, ini benar-benar keajaiban ilahi!” seru Mei Qian dengan antusias.Ning Xueqin tertawa terbahak-bahak kala mendengarkan pernyataan Mei Qian yang berlebihan ini.Mendengar pernyataan Mei Qian ini akan membuat orang mengira kalau dirinya adalah orang suci padahal tidak sama sekali.“Mungkin benar kata Tabib Kekaisaran Qiu bahwa beban hati harus dilepas baru bisa mencapai kesembuhan, aku baru saja melepasnya hari ini,” ucap Ning Xueqin den
“Ini hanya barang milikku yang aku keluarkan dari gudang, aku bangun lebih awal dari kalian jadi duduk di sini untuk menikmati cahaya matahari,” bohong Ning Xueqin.Zilan dan Mei Qian sontak mendongak dan melihat matahari yang bahkan belum menampakkan diri sama sekali.Jelas bahwa Ning Xueqin menutupi sesuatu namun enggan untuk mengatakannya kepada mereka jadi mereka tidak bertanya lebih jauh lagi.“Mei Qian, sampaikan kepada Kedai Wangxiao bahwa aku akan memulai tindakanku. Zilan, panggil Nona Li kemari, aku akan berhitung dengannya,” ucap Ning Xueqin dengan tenang.“Tuan Putri, apa yang kamu rencanakan? “ tanya Mei Qian dengan penasaran.“Tindakan perlawanan.”Ning Xueqin menyeringai kala mengucapkan hal ini, dia sudah diam terlalu lama bahkan sampai mengizinkan Ning Chuan menginjak kepalanya sesuka hati.Sudah saatnya dia bangkit dari keterpurukan dan membalas semua yang dilakukan Ning Chuan padanya.Memfitnahnya? Mengasingkannya? Dan sekarang ingin menjodohkannya pada pria yang us
Setelah mengatakan semua ini, Ning Xueqin membuang wajahnya seolah-olah untuk menutupi wajahnya yang memanas.Kata-kata ini terdengar sederhana namun justru sangat penting bagi dirinya, implikasi dalam kata-katanya sangat jelas.Dia tidak ingin hanya kemenangan, dia ingin Xie Guang kembali dalam keadaan baik-baik saja dengan begitu barulah dia menerimanya.Jika tidak maka Ning Xueqin tidak akan menerima hal ini dengan baik, dia pasti akan merasa bersalah dan terbebani oleh kematian Xie Guang.Xie Guang masih muda dan berbakat, usianya panjang dan karirnya cemerlang, jangan sampai karenanya justru harus meninggal di usia yang sangat muda.“Aku berjanji padamu.”Xie Guang mengatakan ini dengan sungguh-sungguh dan Ning Xueqin juga merasa lebih tenang setelah mendengarnya.“Apakah kamu khawatir padaku?” tanya Xie Guang setelah lama diam.“Ya… kamu tahu sendiri bahwa aku tidak memiliki banyak teman di sini, orang-orang yang baik padaku juga tidak banyak jumlahnya dan kamu adalah salah satu
Keduanya jatuh ke dalam keheningan yang canggung, membuat keduanya bingung apa yang harus dilakukan selanjutnya.Ning Xueqin menghela napas ringan dan berpikir sejenak, mungkin dirinya terlalu mendesak Xie Guang sehingga membuat pemuda itu kebingungan dan tidak dapat bereaksi tepat waktu.“Sudahlah, mari tidak membahas hal ini lagi. Pokoknya pernikahan ku bukanlah sesuatu yang harus kamu khawatirkan,” ucap Ning Xueqin menegaskan sekali lagi.“Kapan kamu akan pergi?” tanya Ning Xueqin.“Minggu depan.”Keduanya kembali jatuh ke dalam keheningan dan menyatu dengan sunyinya malam hari, namun Ning Xueqin kembali terpikirkan satu hal.“Berapa lama kamu akan kembali ?” tanya Ning Xueqin.“Paling cepat enam bulan, paling lambat… mungkin lima tahun,”jawab Xie Guang dengan nada rendah.“Butuh waktu selama itu? Apakah ada peperangan selama itu?” tanya Ning Xueqin dengan terkejut.“Ya, sebelumnya Ayahku pun pernah memimpin peperangan yang melelahkan selama delapan tahun lamanya,” jawab Xie Guang.
“Apa maksudmu?” tanya Ning Xueqin tidak paham darimana Xie Guang mengetahui kebenaran ini.Kebenaran ini hanya diketahui oleh segelintir orang, salah satunya adalah Kaisar Ning dengan Su Lingqi.Lalu ada juga Kasim Yu dan kedua pelayannya, Mei Qian dan Zilan hanya itu saja dan sisanya tidak ada lagi.Mei Qian dan Zilan tidak berinteraksi dengan Xie Guang sementara Kasim Yu tidak mungkin membocorkan ini kepada Xie Guang.Lalu untuk Kaisar Ning dan Su Lingqi bahkan lebih tidak mungkin lagi untuk mengatakan ini kepada Xie Guang.Lalu darimana Xie Guang tahu? Dirinya sendiri? Dia bahkan tidak berhubungan sama sekali dengan Xie Guang dalam lima hari ini?Tiba-tiba sebuah pemikiran terlintas di kepalamu dan dia langsung mencengkram tangan Xie Guang dengan erat.“Kamu bukannya tidak datang dua hari belakangan ini, kamu selalu datang dan memantau ku?!” tuduh Ning Xueqin.“Kalau aku bilang ya lalu bagaimana? Apakah kamu ingin melaporkanku kepada Yang Mulia?” tanya Xie Guang dengan datar .“Kam
Ning Xueqin melihat sebuah pemanah yang berada di sudut kanan Istana tampaknya membidik pemuda tampan itu jadi Ning Xueqin berteriak. Namun tampaknya anak panah itu melesat terlalu cepat jadi pemuda tampan itu pun tidak sempat menangkis anak panah itu. Ning Xueqin mengulurkan tangannya dan melomp
Ning Xueqin memejamkan matanya erat erat dan berteriak untuk meredakan rasa sakitnya namun besi panas yang dia tunggu tunggu itu justru tidak kunjung datang. Bahkan cengkraman di kedua tangannya telah melemah dan Ning Xueqin akhirnya bisa membebaskan dirinya sendiri dari kedua pelayan gagah itu.
“Cepatlah kemari! Kamu sudah akan dikirim ke negara asalmu! “ Seru seorang wanita paruh baya dengan pakaian pelayan di pintu masuk. Di balik pintu itu, terlihat seorang anak perempuan dengan penampilan mengenaskan. Pakaian dan wajahnya kotor, dan kedua tangan mungilnya memeluk erat dirinya sendiri
Ning Xueqin tiba tiba terbangun dari tidurnya dengan kondisi keringat bercucuran di dahinya. Lalu Ning Xueqin melirik ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya dia menghela napas lega. “Untunglah… untunglah semua itu hanya mimpi. “Gumam Ning Xueqin dengan puas. Di samping Ning Xueqin ada sebuah meja







