LOGIN“Tuan Putri, kamu sudah datang.”Yue Long menatapnya dengan tatapan cerah dan membuka payung untuk memayungi dirinya.“Tidak perlu payung, cuaca malam ini bagus. Kita harus menikmatinya,” balas Ning Xueqin.Yue Long menganggukkan kepalanya dan menyimpan kembali payungnya. Sementara mereka berdua berjalan menyusuri jembatan.“Setiap orang yang datang kemari akan melepaskan lampion untuk permohonan mereka, apakah Tuan Putri ingin mencobanya?” tanya Yue Long.“Boleh… sudah lama mendengarnya, aku merasa penasaran,”jawab Ning Xueqin sembari melirik ke sungai di bawah jembatan ini.Penuh dengan cahaya warna warni, lampion air dilarungkan ke sungai dan penuh dengan harapan.Baru saja akan berjalan lagi, tiba-tiba ada seorang gadis muda yang menabrak bahu Ning Xueqin.“Maaf, Nona!” seru gadis muda itu sebelum akhirnya lari secepat kilat.Mei Qian ingin mengejarnya namun Ning Xueqin mengangkat tangannya dan menahan Mei Qian.“Apakah Tuan Putri baik-baik saja?” tanya Yue Long dengan khawatir.“
Ning Xueqin membalikkan tubuhnya dan tidak ingin diganggu lagi oleh siapapun, dia menenangkan dirinya sendiri lalu menghela napas kasar.Dia saat ini adalah Tuan Putri Kekaisaran Ning yang terhormat, jika seorang Xie Guang tidak menginginkannya maka bukankah dia bisa mencari orang lain?Tidak perlu sampai mencelakai gadis baik lainnya kan seperti di drama televisi umumnya?Ning Xueqin merasa bahwa pemikiran ini terlalu konyol untuk diutarakan, hanya percintaan anak anak semata.Setelah dua atau tiga bulan, dia akan melupakannya dengan cepat dan beralih kepada pria lain yang lebih cakap.Ning Xueqin dengan cepat tertidur lelap dan melupakan semua permasalahan yang terjadi saat ini. Keesokan harinya, Ning Xueqin mendengar kabar bahwa Zilan sudah mendapatkan informasi yang mereka inginkan.“Tuan Putri, berdasarkan informasi yang Zilan dapatkan. Jenderal muda Xie memiliki seorang kekasih masa kecil bernama Zhu Yuezhi,” lapor Zilan.“Bukankah ini adalah putri dari pejabat yang bersalah? D
Mendengarkan tawaran dari Nyonya Gu ini bukan hanya Ning Xueqin yang mengalami syok melainkan putranya, Xie Guang juga mengalami kejutan.“Ibu, jangan bicara omong kosong. Pernikahan Tuan Putri bukanlah hal sembarangan,” tegur Xie Guang dengan dingin.Ning Xueqin menaikkan salah satu alisnya dan merasa, bukankah Xie Guang ini terlalu tegas? Bahkan terhadap Ibunya sendiri?Tapi semakin Xie Guang seperti ini maka semakin Ning Xueqin ingin membuatnya merasa kesal.Sebelumnya Xie Guang telah membuatnya kesal sampai hampir mati, pertama telah membohonginya akan menjatuhkannya dari burung esnya itu.Lalu juga meninggalkannya begitu saja sebelum dia sadar, juga Xie Guang menghancurkan rencana sandiwaranya di hadapan Ayahnya.Tentu saja membuatnya kesal dan ingin memberikan sedikit balas dendam pada Xie Guang.Bukan balas dendam yang kejam dan tanpa ampun, hanya saja dia merasakan kepuasan dari wajah kesal Xie Guang.“Tuan muda Xie sangat Agung, aku hanya seorang Tuan Putri yang terombang-amb
Xie Guang tidak salah tingkah, juga tidak menunjukkan tingkah laku penjilat seperti yang orang lain lakukan, hanya bersikap dingin dan kaku seperti boneka salju.“Sudah merupakan kewajibanku, jika bukan Tuan Putri sekalipun aku masih akan melakukan hal yang sama,” jawab Xie Guang tanpa keraguan.Ning Xueqin mendengus ketika mendengarkan hal ini, Xie Guang ini bahkan tidak ingin membiarkannya merasa senang sedikitpun.Apa salahnya mengucapkan satu atau dua kata yang menghibur? Apakah di setiap kata harus sangat menyakitkan?Ning Xueqin merasa kesal dan memikirkan ide untuk membalas dendam pada Xie Guang agar dia bisa melampiaskan kekesalannya.Perjamuan pun berjalan dengan tenang dan normal sekali, layaknya perjamuan sebelum sebelumnya.Ning Xueqin beberapa kali memperhatikan Xie Guang yang menolak untuk menyentuh anggur.“Apakah kamu tidak menyukai anggur? Atau kamu memandang rendah anggur yang diberikan oleh Istana?” tanya Ning Xueqin sambil bertopang dagu dan menatap Xie Guang.“Men
Namun tidak butuh waktu lama bagi Ning Xueqin untuk mengetahui jawaban yang sebenarnya, mengingat Ayahnya yang berpenampilan ceria dan penuh semangat maka hasilnya sudah bisa ditebak.Pastilah menang.Karena jika kalah maka Ayahnya akan terlihat muram, bahkan tidak akan memiliki waktu untuk menyiapkan sesuatu yang disebut dengan kejutan itu.Itu terdengar konyol namun pada saat yang sama adalah alasan yang masuk akal, Ning Xueqin menoleh ke arah pasangan Jenderal Xie yang terkejut dengan kepulangan Putra mereka.“Sangat mengejutkan ya, Nyonya Gu dan Tuan Xie.”Ning Xueqin tertawa pahit ketika mengatakan ini lalu memandang sudut wajah Xie Guang yang tajam dan tegas seperti yang dia ingat.Dia tidak bisa mengingat kejadian tahun lalu, saat dirinya putus asa dan kebingungan. Apakah akan ada orang dari Kekaisaran Ning yang akan menjemputnya?Siapa yang menyangka bahwa Xie Guang akan datang dan mengalahkan seluruh Kekaisaran Zhong untuk membawanya pulang.Meski tidak ramah namun orang ora
Ning Xueqin bercanda lagi dengan Nyonya Gu bahkan terkadang juga melibatkan Tuan Xie, keduanya adalah orang yang baik dan ramah.Yang terpenting adalah keduanya tidak memandangnya rendah meskipun status dan kedudukannya di Istana tidak tinggi.Kedua orang ini menghormatinya selayaknya menghadapi Tuan Putri yang sesungguhnya, hal ini membuat Ning Xueqin merasa tenang.Ning Xueqin bahkan mengatakan bahwa suatu saat nanti jika ada waktu luang maka Ning Xueqin pastinya akan mengundang mereka ke halamannya yang baru saja selesai di bangun.Keduanya tidak menolak tawaran baik hati dari Ning Xueqin bahkan merencanakan untuk membawakan hadiah apa untuk Ning Xueqin nanti ketika mereka datang.Ning Xueqin mendengarkan semua kata kata ini namun berpura-pura tidak mendengarnya agar pasangan di sebelahnya ini tidak merasa canggung.Setelah saling menyapa untuk waktu yang cukup alan akhirnya Kaisar Ning datang dan kali ini mengenakan jubah emas dengan ornamen hitam yang mempertegas auranya.Ning Xu
“Tuan muda dan Nona muda dari Keluarga Mei kehabisan bendera milik mereka sehingga di diskualifikasi! “ Seru Kasim Yu dari samping. Ning Xueqin memandang dengan terengah engah dan tidak menyangka bahwa sistem yang akan digunakan adalah sistem eliminasi langsung. Awalnya dia berpikir bahwa siapapu
Di ruang ganti ini disediakan beberapa pakaian wanita untuk berkuda, mirip dengan pakaian pria. Sebuah pakaian atas dan celana yang terpisah sehingga mempermudah ruang geraknya. Ning Xueqin melepaskan ikatan rambutnya dan mengganti model sanggulnya menjadi satu sanggul polos. Dia mengencangkan ik
Memikirkannya sekilas pun Ning Xueqin sudah mendapatkan gambaran apa yang akan dipilih oleh Ning Chuan untuk menyelamatkan karirnya. Bagi orang ambisius seperti Ning Chuan yang tidak memiliki hal penting lain di dalam hatinya kecuali tentang kekuasaan dan tahkta. Ning Xueqin tidak sulit untuk men
Ning Xueqin pun melangkah keluar dan memandang Kasim Yu yang menunggu di luar dengan senyum miring lalu menyeka air matanya dengan mudah. Seperti yang dikatakan, beberapa orang terkadang tidak bisa ditundukkan dengan cara lembut dan membutuhkan cara yang lebih keras. Kebetulan Kaisar Ning ini







