Pintu kamar utama di lantai teratas Hotel Grand Mahardika tertutup rapat, menyisakan kesunyian setelah pesta pernikahan akhirnya berakhir.Naura langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur berukuran besar. Gaun malam yang dikenakannya sudah ia lepaskan dan diganti dengan lingerie hitam.“Aduh... pegal banget, rasanya mau pingsan,” keluh Naura sambil memejamkan mata dan memijat pergelangan kakinya sendiri.Arka yang baru saja melepaskan kemejanya berjalan mendekat. Pria itu berlutut di tepi kasur, kemudian menarik kedua kaki Naura dengan lembut hingga berada di atas pangkuannya.“Sini, aku pijitin,” ucap Arka. Jemarinya mulai memijat betis dan telapak kaki Naura. Sentuhan hangat tersebut membuat sang istri menghela napas lega. Namun, semakin lama, gerakan Arka justru mulai naik mendekati paha wanita itu.Naura cepat-cepat menepis tangan Arka dan memelototinya. “Arka! Yang di pijat itu kaki aku. Kenapa tangan kamu makin lama makin naik ke atas, hah?”Arka tersenyum tanpa dosa. “Sengaja. L
Mehr lesen