Sialnya, pikiran Naura semakin berantakan. Ia tiba-tiba merasa bersalah karena sejujurnya, di lubuk hatinya yang paling dalam, Naura belum sepenuhnya bisa melupakan Dion. Pria yang ia cintai.Belum lagi, beberapa hari terakhir ini tidurnya selalu diganggu oleh mimpi-mimpi aneh."Ma..." panggil Naura pelan sambil menyapu air bunga di tangannya dengan raut bingung. "Belakangan ini aku sering mimpi aneh."Jesslyn menaikkan sebelah alis. "Mimpi apa?""Mimpi masa kecil aku yang samar banget," cerita Naura dengan dahi berkerut. "Di mimpi itu, ada anak kecil... dan ada potongan kenangan yang aku ingat soal Bubu. Momen itu terasa hangat, tapi pas aku berusaha melihat wajahnya, aku langsung terbangun. Ma, Bubu itu sebenarnya siapa sih?"Mendengar nama 'Bubu' disebut, Jesslyn sama sekali tidak mau membawa pembicaraan itu lebih jauh. Ekspresinya sengaja dibuat tetap tenang."Sudahlah, Ra," sahut Jesslyn santai seraya kembali menyiramkan air hangat ke bahu Naura. "Tidak usah terlalu memaksakan dir
더 보기