Suasana di luar kamar menara terasa seperti neraka yang membeku. Kael berdiri di atas benteng utama, matanya yang keemasan menembus kabut hitam yang menyelimuti halaman kastel.Di sana, di tengah-tengah kabut, berdiri sesosok mahluk tinggi dengan jubah compang-camping yang seolah terbuat dari asap. Itulah Sang Pengumpul Jiwa, utusan yang dipanggil oleh ritual Elara.Namun, di samping mahluk itu, muncul sosok pria lain yang tampak lebih manusiawi namun memiliki aura dominasi yang tak kalah kuat dari Kael. Pria itu memiliki rambut perak panjang dan mata yang berwarna biru sedingin es. Ia adalah Valerius, Alpha dari klan Shadow Moon yang selama ini mengasingkan diri di wilayah paling timur.Valerius melangkah maju, mengabaikan hawa maut dari Pengumpul Jiwa di sampingnya. Ia menatap ke arah jendela menara di mana ia tahu Lyra berada. Senyum tipis yang penuh misteri terbentuk di wajahnya yang tampan namun keras."Turunlah, Kael Draven," suara Valerius bergema, tenang namun penuh tantangan.
Last Updated : 2026-04-09 Read more