Lyra tersentak. Ia segera menarik tangannya saat otot dada pria itu mengencang di bawah sentuhannya, seolah bereaksi terhadap kontak kulit yang tidak disengaja. Jantungnya berdegup kencang, bukan lagi karena kelelahan menyeret tubuh berat itu, melainkan karena kesadaran yang mulai merayap perlahan: ia sedang merawat sesuatu yang mungkin bukan manusia.Api di perapian berderak pelan, memantulkan cahaya keemasan yang menari di dinding kayu pondoknya. Di luar, hujan mulai mereda, menyisakan suara tetesan air dari atap yang terdengar ritmis di tengah kesunyian hutan Black Hollow.Lyra duduk di kursi kayu kecil di samping ranjang, matanya tak lepas dari wajah pria itu. Napas pria itu kini berubah, tidak lagi berat dan tersengal, melainkan menjadi lebih dalam dan teratur.Tiba-tiba, kelopak mata pria itu terangkat.Tidak ada ekspresi bingung atau linglung. Saat kepalanya menoleh, sepasang mata dengan iris yang berkilat keemasan langsung mengunci tatapan Lyra. Cahaya itu menembus remang ruan
Zuletzt aktualisiert : 2026-03-17 Mehr lesen