Gairah masih membara di antara Kael dan Lyra. Sementrara itu, energi perak yang mulai merayap naik dari dasar kastel.Lucius tidak main-main dengan ritual "Pensucian Perak" yang ia lakukan. Cahaya kebiruan yang menyakitkan mulai terpancar dari sela-sela lantai batu, menciptakan kabut tipis yang mendinginkan suhu ruangan secara tidak wajar.Bagi bangsa serigala, energi ini adalah racun yang mencekik, sebuah belenggu yang mematikan insting liar mereka.Kael mengerang rendah, tubuhnya yang dipenuhi peluh kini mulai gemetar hebat. Ia bisa merasakan setiap inci sel tubuhnya berontak melawan hawa perak yang mencoba membekukan darah Alphanya.Namun, alih-alih melepaskan Lyra, Kael justru semakin menekan tubuh wanita itu di bawah dekapannya. Posesifitas Kael melampaui rasa sakit fisiknya. Baginya, menyerah pada rasa sakit berarti memberikan ruang bagi Lucius untuk merebut apa yang sudah menjadi miliknya secara mutlak."Kael, hentikan. Kau menyakiti dirimu sendiri," bisik Lyra, tangannya meraba
Last Updated : 2026-04-27 Read more