"Septa, saranku, kamu ngalah aja dulu kalau nggak mau urusan ini jadi rumit. Biar mereka yang ikut kali ini," kata Ronald datar, tanpa sedikit pun menoleh ke arah Septa yang wajahnya mulai memerah menahan malu.Septa langsung menunduk lesu, meremas serbet di pangkuannya dengan perasaan dongkol yang meluap. Ia sebenarnya sangat berharap dibela oleh Ronald, seperti saat pria itu mati-matian mempertahankan Bianca atau Citra untuk ikut dalam urusan luar. Namun kenyataannya, Ronald justru mengabaikannya begitu saja, seolah keberadaannya tidak lebih penting dari vas bunga di sudut ruangan.Ronald mengakhiri makannya dengan tenang, meneguk air putihnya sampai tandas lalu berdiri. "Kita ketemu di SUV jam setengah sepuluh pas. Telat semenit aja, aku tinggal," tegas Ronald pada Maya dan Lia, kemudian melangkah pergi tanpa menunggu jawaban mereka.Ronald melangkah santai menuju ruang kerjanya.Maya dan Lia hanya saling lirik dengan senyum kemenangan yang tipis, lalu balik badan dan naik ke tan
Read more