"Mau masak apa emang? Jangan bilang kamu cuma mau bikin mie instan doang ya," tanya Lia penasaran sembari mengikuti langkah Ronald dengan pandangan matanya yang tajam."Lihat aja sendiri nanti. Pokoknya kalian duduk manis aja di sana," sahut Ronald sembari masuk ke dalam kamar sejenak.Tak lama kemudian, Ronald keluar dengan penampilan yang jauh lebih santai. Ia melepas jas dan kemeja mahalnya, menyisakan celana panjang kain yang kini ia gulung hingga ke bawah lutut dan sebuah kaos singlet putih yang sangat ketat. Kaos tipis itu mencetak jelas lekuk otot dada dan perutnya yang kotak-kotak keras. Ronald melangkah ke area dapur yang menyatu dengan ruang tengah, lalu mengenakan apron hitam yang tergantung di dinding.Ia membuka kulkas dua pintu miliknya, mengeluarkan beberapa bahan masakan yang masih segar karena sistem pendingin rumahnya tetap menyala. Ada daging ayam, kentang, teri jengki, sosis, dan berbagai macam bumbu dapur. Tak lama kemudian, Ronald mulai terlihat sangat sibuk
Read more