Matahari pagi perlahan naik, memancarkan kehangatan ke seluruh sudut desa dan menyinari halaman ruko Madun yang sudah ramai dikunjungi warga.Sarah berdiri di samping meja kasir mengenakan blus krem elegan yang pas badan, memperlihatkan lekuk tubuh sintal serta gundukan buah dadanya yang kencang, dipadukan dengan rok pensil hitam yang membungkus pinggang ramping dan paha mulus jenjangnya dengan sempurna.Madun berdiri tegar di dekat pintu masuk, mengenakan kaus oblong hitam ketat yang mencetak otot lengan bidang dan dada bidangnya secara maskulin, memancarkan wibawa yang membuat siapa pun merasa segan."Pakto, silakan duduk dulu di sini, jangan sungkan," ucap Madun ramah sambil menarik kursi kayu untuk ayah Jono yang datang dengan wajah pucat pasi dan tubuh gemetar.Ayah Jono duduk perlahan, menunduk malu karena masalah utang rentenirnya kini harus merepotkan sang pemilik toko.Siska yang sedang merapikan toples kerupuk langsung mendekat dengan daster oranye cerah, mempertontonk
Read more