Matahari pagi telah sepenuhnya meninggi, memancarkan sinarnya yang terik membakar atap-atap ruko di sudut desa. Di dalam ruangan kecil yang sempit itu, sisa-sisa kelelahan dari malam panjang penuh genjotan hingga subuh masih terasa nyata. Nabila terlelap sangat pulas di atas ranjang, meringkuk dalam selimut tebal setelah bermjam-jam melayang di ambang batas kewarasan. Namun, di sudut dapur kecil, Madun justru sudah terjaga. Pria berbadan kekar itu berdiri dengan tatapan tajam nan kosong, memandangi cermin kecil yang tergantung di dinding sambil meraba pinggangnya sendiri. Meskipun malam tadi ia berhasil menuntaskan rindu dengan performa luar biasa, ada satu kekhawatiran besar yang mulai mengusik ego kejantanannya. Usia tidak bisa bohong, dan tenaga yang terkuras habis akibat rentetan malam-malam sebelumnya membuat Madun merasa staminanya mulai menunjukkan sinyal kelelahan. Terlebih lagi, melihat bagaimana Nabila kini semakin beringas dan tidak pernah puas di atas ranjang, Madun me
Read more