Malam itu, setelah insiden "rontok" di lereng bukit, Madun yang entah bagaimana berhasil mendapatkan kembali celana kain seadanya dari jemuran warga, memutuskan untuk singgah di warung kopi terpencil di pinggiran desa. Ia butuh kopi untuk mengembalikan kewarasannya yang sempat tergerus oleh petualangan karung beras.Di sana, ia bertemu dengan seorang gadis asing berpenampilan tomboi, mengenakan jaket kulit lusuh dan celana jeans robek-robek. Gadis itu bernama Rara.Madun duduk di sampingnya. Rara langsung menoleh, menatap Madun dari ujung kepala sampai kaki dengan tatapan meremehkan."Heh, lu orang yang katanya bikin heboh kampung sebelah gara-gara pakai karung beras, ya? Babi, bener-bener gak punya malu ya lu! Babi, dandan kayak gembel aja belagu!" cetus Rara ceplas-ceplos.Madun tertegun, alisnya bertaut. "Jaga mulut kamu. Saya Madun.""Gak nanya nama lu, Babi! Lu pikir gua peduli? Lu itu cuma sampah hutan, Babi! Denger ya, lu itu cemen, Babi, ngaku jagoan tapi ditangkep warga
อ่านเพิ่มเติม