Dia meletakkan telepon, lalu mengambil krayon yang tadi dibuang guru dan bersiap melanjutkan menggambar. Namun, perutnya tiba-tiba berbunyi keroncongan.'Lapar sekali,' pikirnya.Candy membuka tas sekolah kecilnya, tidak ada makanan. Dia mencari di laci, tetap tidak ada. Akhirnya, pandangannya berhenti pada camilan yang dimakan setengah di dalam tempat sampah.Setiap sore, taman kanak-kanak memang membagikan camilan kepada anak-anak. Namun, bagian milik putriku telah direbut orang lain sejak dibagikan.Dia pernah mengadu pada guru, tapi guru itu berkata, "Candy, kamu 'kan anak perempuan. Kenapa nggak mengalah sama anak laki-laki?""Mereka makan lebih banyak supaya bisa tumbuh tinggi, nggak seperti kamu, cuma tahu pelit. Jangankan camilan hari ini, besok dan lusa pun akan kuberikan ke orang lain. Anak nggak patuh seperti kamu nggak pantas makan."Mengingat ucapan itu, mata putriku perlahan meredup. Dia berjalan ke tempat sampah dan menahan diri cukup lama, tapi akhirnya tetap mengulurka
続きを読む