共有

Bab 4

作者: Daun
"Aku paling benci anak-anak nakal seperti kalian, menjijikkan."

Putriku memeluk lututnya sendiri dan menangis sampai suaranya serak.

Di kantor, Rayden tiba-tiba merasakan nyeri di dadanya. Dia mengerutkan kening, lalu tatapan dinginnya langsung menyapu bawahan yang berdiri di sampingnya.

"Masih belum ada kabar tentang Narcy?"

Bawahannya mengusap keringat dan menjawab dengan gemetar, "Rekan kerja Bu Narcy bilang hari ini ulang tahun anaknya, jadi dia sengaja mengambil cuti dan sudah pulang satu jam yang lalu."

"Tapi nggak tahu kenapa, sampai sekarang dia belum pergi menjemput anaknya. Pak Rayden, ini sudah hampir jam tujuh. Bagaimana kalau Bapak menjemput anak itu dulu?"

Pria itu terdiam sejenak, lalu entah teringat apa, sudut bibirnya terangkat dingin.

"Nggak. Itu bukan anakku. Kalau nggak ada yang jemput, ya biarkan saja."

Di sisi lain, putriku sudah dikurung di dalam lemari gelap selama 38 menit. Matanya sudah bengkak. Air mataku juga hampir habis. Di tengah keputusasaan, lampu kelas tiba-tiba menyala dan terdengar suara pria yang dalam.

"Candy? Candy?"

....

Cahaya di mata putriku langsung berbinar. Dia berteriak cemas, "Pak Aidil, aku di sini!"

Pintu lemari dibuka, pria yang dipanggilnya Pak Aidil berdiri di luar, lalu mengangkatnya keluar dengan lembut.

"Candy, kamu nggak apa-apa?"

Putriku mengusap air matanya, lalu memperlihatkan senyum manis. "Pak Aidil datang untuk menyelamatkan Candy?"

Tatapan pria itu sedikit berubah. Saat melihat putriku, matanya memancarkan sesuatu yang tidak pantas dari orang dewasa. "Tentu saja, Bapak datang untuk menyelamatkan Candy."

Putriku mengangguk ringan, lalu menatapnya dengan penuh rasa terima kasih.

Namun, aku malah gemetaran dan hawa dingin menyusup ke seluruh tubuhku.

Tanpa sempat berpikir, aku berteriak histeris memanggil nama putriku dan menyuruhnya segera lari! Putriku tidak bisa mendengar, dia masih berbicara dengan polos kepada pria itu, "Pak Aidil, mamaku belum datang jemput aku. Boleh nggak Pak Aidil telepon mamaku?"

Aidil menelan ludah, lalu mengulurkan tangan dan menyentuh kulit putih putriku. "Candy jangan takut, temani Pak Aidil main sebentar ya? Pak Aidil suka sekali sama Candy."

Putriku terdiam di tempat.

Aku pernah mengajarinya, jangan biarkan siapa pun menyentuh tubuhnya.

Putriku pun mundur dua langkah, suaranya mulai gemetar ketakutan, "Pak Aidil, Candy nggak mau main. Candy mau Mama."

Aku juga berdiri di depan putriku dan memaki pria itu dengan penuh amarah. Di mata pria itu muncul rasa meremehkan, dia langsung memojokkan putriku ke dinding.

"Patuh ya, Om cuma mau main sebentar. Candy harus patuh."

Sambil bicara, dia meraih tangan putriku dan mengangkat rok putriku dengan paksa. Gaun tutu merah muda itu terangkat sampai pinggang.

Pria itu mengulurkan tangan kasarnya, hendak menarik celana dalam bergambar beruang yang kupakaikan sendiri untuk putriku. Aku langsung kehilangan kendali. Aku menerjangnya, berusaha menggigit dan mencabiknya tanpa henti.

"Candy, lari! Candy! Cepat lari!"

Tidak ada yang bisa mendengar.

Putriku berjuang ketakutan, menangis mencoba melepaskan diri dari cengkeraman pria itu.

"Pak Aidil, lepaskan aku! Mama, Mama di mana?"

"Aku takut, Mama!"

Tangisannya terdengar sampai ke luar kelas. Guru wanita yang tadi mengunci putriku di lemari datang menghampiri. Melihat posisi mereka berdua, matanya langsung dipenuhi amarah.

"Aidil! Kamu lagi ngapain!"

Gerakan pria itu langsung terhenti, dia buru-buru menarik tangannya dengan wajah bersalah. Dia tersenyum menjilat ke arah wanita itu.

Guru wanita itu mendengus dingin, lalu berjalan dengan sepatu hak tinggi ke arah putriku dan langsung menamparnya. "Dasar anak sial! Sudah kuduga kamu itu bukan anak baik-baik! Masih sekecil ini sudah pandai menggoda laki-laki!"

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 11

    "Candy, Papa minta maaf ... Papa datang terlambat ....""Papa sudah cari kalian selama lima tahun, tapi baru sekarang nemu kalian. Ini semua salah Papa ...."Aku berdiri di samping sambil menutup mulutku dan menangis tanpa suara.Anakku ... akhirnya punya ayah ....Wajah mungil Candy menampilkan keterkejutan, kebahagiaan, lalu berubah menjadi kesedihan yang mendalam. Akhirnya, dia tidak tahan lagi untuk menangis keras. Ekspresi sombong kedua guru itu kini berubah menjadi ketakutan.Polisi sama sekali tidak memedulikan permohonan mereka. Dia langsung membawa mereka kembali untuk ditahan.....Rayden bergerak sangat cepat, hari itu juga dia mengajukan gugatan terhadap kedua orang itu.Tim pengacaranya juga sangat efisien. Mereka langsung menemukan riwayat kekerasan terhadap anak yang pernah mereka lakukan sebagai bukti tambahan. Kasus ini menjadi besar dan seluruh masyarakat ikut memperhatikan."Anakku juga pernah dipukul sama Bu Lia. Dia ancam anakku bakal kunci dia di ruangan gelap kal

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 10

    Aku menutup telinga putriku. Tatapanku ingin sekali mencabik-cabik mereka berdua saat itu juga. Semua orang dibuat gemetar karena marah, bahkan Rayden juga tidak terkecuali.Giginya bergemeretak dan hampir saja dia kembali menerjang. Namun, saat melihat tatapan ketakutan Candy, tanpa sadar dia menarik tangan Candy dan menempatkannya di belakang tubuhnya."Kalian berdua ingat baik-baik apa yang kalian katakan hari ini, karena ke depannya aku akan membuat kalian menanggung semuanya! Masuk penjara saja terlalu ringan untuk kalian!"Aidil mencibir, lalu berkata dengan sombong, "Cuma karena kamu kaya, kamu pikir kamu hebat? Sudah kuduga kamu akan sengaja menargetkan kami dan memaksa kami mengaku! Makanya waktu kamu memukulku tadi, aku sudah merekamnya dan mengirimkannya dari ponselku!""Kalau sampai terjadi sesuatu sama aku atau Bu Lia, orang pertama yang akan dicurigai adalah kamu!"Lia mengangguk. "Benar, meskipun kami hanya rakyat biasa, kami juga punya koneksi sendiri. Kalau masalah ini

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 9

    "Tolong ... bawa aku cari Mama, ya? Mama di mana? Kenapa dia belum datang jemput aku pulang? Aku mau Mama ...."Polisi pria menarik napas dalam-dalam, lalu akhirnya berkata dengan hati-hati, "Candy, Mama kamu capek. Sekarang dia perlu pergi ke tempat yang sangat, sangat jauh, untuk beristirahat lama. Nanti waktu kamu sudah berusia 18 tahun, dia akan kembali."Putriku tertegun, suaranya berat karena tangisan. "Nggak mungkin ... Mama sayang sekali sama aku .... Dia nggak akan meninggalkanku ....""Nggak .... Dia nggak bakal ninggalin aku ...."Rayden langsung memeluknya dan menepuk-nepuk punggungnya perlahan. "Candy jangan takut, Om ada di sini."Kehangatan dari tubuh pria itu perlahan menenangkan Candy. Sementara itu, aku hanya bisa menangis tanpa suara di samping."Rayden, tolong ... tolong bantu anak kita. Paling nggak ... jangan biarkan dia tumbuh sendirian di panti asuhan ...."Candy menangis lama di pelukan Rayden, sampai akhirnya karena kelelahan dia tertidur lelap saat fajar meny

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 8

    "Pa ... Om, jangan khawatir ... aku nggak sakit ...."Melihat luka di tubuh putriku, hatiku terasa sangat perih.Padahal Candy paling takut sakit. Aku sudah terbiasa ingin meniup lukanya untuk menenangkannya, tapi Rayden malah lebih dulu menunduk dan meniup lembut pergelangan tangan putriku.Seolah menyadari apa yang dia lakukan, ekspresi Rayden sedikit kesal.Candy menarik lengan bajunya, lalu bertanya, "Om, kamu tahu ke mana perginya mamaku? Kenapa dia belum datang jemput aku?"Rayden terdiam.Padahal dia tidak pernah peduli dengan urusan orang lain, tapi setiap gerak-gerik Candy malah menarik perhatiannya.Padahal Candy adalah anakku dengan orang lain, tapi melihat wajah yang mirip denganku, dia tidak bisa mengabaikannya.Padahal dia sudah membenciku selama lima tahun, tapi saat mendengar kabar kematianku, pikirannya langsung kosong.Karena itu, dia tanpa sadar mengajukan pertanyaan yang selama ini mengganggunya, "Kenapa kamu nggak telepon ayahmu?"Candy mengernyit, lalu menggeleng

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 7

    Sekarang, tubuhnya tampak kotor berantakan dan terkulai lemas di pelukan polisi. Meskipun bukan anaknya, setiap kali memikirkan apa yang dialami anak itu, hati Rayden tetap terasa sakit.Saat itu juga, guru wanita berteriak sambil berlari masuk dan berdiri di depan Aidil, "Apa hak kalian memukul orang?"Begitu mendengar suara guru itu, Candy tanpa sadar menyusut ke dalam pelukan polisi wanita.Tangannya yang mungil mencengkeram lengan polisi itu erat-erat. Saat dia bergerak sedikit, tampak jelas luka memar di pergelangan tangannya."Candy, bilang ke Tante, kenapa bisa ada luka di tubuhmu?"Guru wanita itu melirik Candy di pelukan polisi, lalu memalingkan wajah dengan rasa bersalah. Candy menundukkan kepala dan menggigit bibirnya erat, air matanya terus menetes.Rayden berjongkok dan mengusap kepala Candy dengan lembut. "Candy jangan takut, aku teman ... Mama kamu.""Kalau kamu nggak mau Mama khawatir, kamu bisa bilang ke Om ...."Candy mengedipkan matanya yang berkaca-kaca, lalu diam-d

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 6

    Semua orang bergegas masuk ke dalam sekolah. Jeritan itu semakin jelas, jantung Rayden pun berdebar kencang. Saat mendengar suara yang begitu familier, hatinya seperti diremas kuat. Dalam hatinya terus berdoa, "Jangan Candy ... jangan sampai Candy ... jangan dia ...."Tangisan serak anak kecil bercampur dengan tawa puas seorang pria, bergema di lorong kelas yang kosong.Saat polisi mendobrak pintu, Rayden melihat pemandangan di depannya dan seluruh darah di tubuhnya seakan membeku. Tidak peduli bagaimana gadis kecil itu meronta dan memohon, dia tetap dikurung erat dalam pelukan pria menjijikkan itu.Aku hampir kehilangan akal. Aku menerjang maju bagaikan orang yang kehilangan akal, lalu memukul dan menendangnya. "Bajingan! Binatang! Bahkan jadi hantu pun aku nggak akan melepaskanmu!"Rayden berlari maju dengan panik dan menarik pria itu menjauh. Saat dia melihat jelas wajah Candy di pelukannya, jantungnya seolah berhenti berdetak.Tinju keras langsung menghantam wajah Aidil."Bajingan!

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 5

    "Cuih!"Melihat tatapan terkejut putriku, mata guru wanita itu semakin ganas. Sepatu hak tingginya menendang keras dada putriku."Lihat apaan? Dasar anak haram! Ibumu saja sudah nggak mau kamu!"Putriku terjatuh kesakitan di lantai. Darah keluar dari mulutnya, tapi dia tetap membantah dengan keras k

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 3

    Dia meletakkan telepon, lalu mengambil krayon yang tadi dibuang guru dan bersiap melanjutkan menggambar. Namun, perutnya tiba-tiba berbunyi keroncongan.'Lapar sekali,' pikirnya.Candy membuka tas sekolah kecilnya, tidak ada makanan. Dia mencari di laci, tetap tidak ada. Akhirnya, pandangannya berhe

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 2

    Sebelum keluar dari kelas, putriku tiba-tiba teringat sesuatu, lalu tanpa sadar memanggil, "Papa."Rayden terhenti dan menatap anak itu dengan tidak percaya."Kamu ... kamu panggil aku apa?"Putriku tersadar, pipinya langsung memerah karena malu. "Maaf, Om, aku salah mengira kamu papaku. Om, kamu ma

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 1

    Setelah ayahku bangkrut, aku memutuskan Rayden, pria paling tampan di sekolah kedokteran yang sudah kubiayai selama tiga tahun, dengan alasan bahwa aku sudah bosan padanya. Malam itu, dia berlutut di tengah hujan deras. Matanya merah saat memohon padaku selama delapan jam penuh.Sementara itu, aku b

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status