Compartilhar

Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan
Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan
Autor: Daun

Bab 1

Autor: Daun
Setelah ayahku bangkrut, aku memutuskan Rayden, pria paling tampan di sekolah kedokteran yang sudah kubiayai selama tiga tahun, dengan alasan bahwa aku sudah bosan padanya. Malam itu, dia berlutut di tengah hujan deras. Matanya merah saat memohon padaku selama delapan jam penuh.

Sementara itu, aku baru mengetahui bahwa aku sudah hamil empat bulan.

Lima tahun kemudian, si pria miskin itu berubah menjadi miliarder. Di saat dia masuk ke dalam daftar orang terkaya, seorang wartawan bertanya padanya, "Pak Rayden, Anda hanya butuh lima tahun untuk bangkit dari mahasiswa miskin menjadi miliarder. Apa rahasianya?"

Pria itu tersenyum sinis dan tatapannya penuh ejeken. "Cari pacar yang mata duitan, lalu diputuskan dengan kejam olehnya."

Kerumunan langsung gempar.

Sore itu juga, berita tentang miliarder yang dikhianati pacarnya langsung naik ke trending seluruh kota.

Sementara itu, aku baru saja menyelesaikan pekerjaan kedelapan hari ini. Namun, aku mati mendadak karena kelelahan di jalan saat menjemput anakku pulang.

Saat terbangun lagi, aku sudah melayang di udara.

Di tengah keputusasaan, aku tiba-tiba menyadari. Rayden, yang pernah bersumpah akan membuatku menyesal seumur hidup, telah menemukan taman kanak-kanak tempat anakku bersekolah.

....

"Pak Rayden, ini Candy yang Bapak cari. Ibunya datang jemput dia pulang sekolah setiap hari." Di bawah bimbingan ramah sang guru, Rayden berdiri di depan putrinya.

"Om, kamu cari siapa?"

Anak perempuan berusia lima tahun itu mengangkat kepala dan menatap pria di depannya dengan bingung. Rayden tertegun sejenak, lalu perlahan berjongkok.

"Aku cari Narcy, kamu tahu dia di mana?"

Anak itu berkedip, lalu memperlihatkan senyum manis kepada pria itu. "Kamu mau cari Mama aku? Dia lagi kerja."

Wajah Rayden langsung berubah muram. "Dia masih harus kerja? Lalu papamu? Dia bahkan nggak bisa menghidupi istri dan anaknya sendiri?"

Anak itu mengerucutkan bibirnya. "Papaku kerja di tempat yang sangat jauh. Mama bilang, Papa sangat capek di luar sana, setiap hari harus cari banyak sekali uang. Kalau dia sudah punya cukup uang, dia akan pulang menjemput kami."

"Om, kamu kenal sama papaku?" Dia menatap Rayden dengan penuh harap, tapi wajah pria itu malah semakin suram.

"Nggak kenal," jawab Rayden dengan dingin, lalu berdiri dan berbalik pergi.

Saat sampai di pintu, dia berhenti lagi dan menoleh, lalu menatap wajah anak itu dengan saksama. Seolah ada harapan yang tak jelas.

"Kamu ... umur berapa?"

Anak itu tertegun. Dia menghitung dengan jari-jarinya dan hendak menjawab, tapi gurunya sudah tidak sabar untuk membantunya menjawab terlebih dulu, "Candy sudah enam tahun, tahun ini baru masuk TK B."

Aku tiba-tiba menoleh, lalu teringat.

Saat anakku lahir, aku sedang terjerat utang besar sampai hampir tidak bisa bernapas. Agar bisa punya lebih banyak waktu untuk bekerja dan menafkahi keluarga, aku sengaja menambah satu tahun saat mengurus data kependudukan. Supaya anakku bisa lebih cepat masuk taman kanak-kanak.

Memikirkan hal itu, aku langsung menggigit bibirku sampai berdarah.

"Maaf, Candy, Mama nggak seharusnya ngubah umur kamu."

Aku berbalik lagi ke arah Rayden dan berteriak keras, "Rayden, kamu kaya sekali, 'kan? Cepat selidiki, selidiki data kelahiran Candy. Candy adalah anakmu, kamu nggak boleh meninggalkannya!"

"Enam tahun?"

Rayden mematung di tempat, tatapannya pada anak itu dipenuhi kebencian.

"Hah, Narcy benar-benar hebat. Baru putus denganku lima tahun, tapi anaknya sudah enam tahun."

Dia tersenyum, tapi matanya memerah. "Anggap saja aku nggak pernah datang hari ini."

Setelah berkata demikian, dia menepis tangan guru dan melangkah pergi dengan langkah lebar. Aku mengejar sosoknya yang menjauh sambil terus berteriak.

"Rayden, jangan pergi!"

"Kalau kamu pergi, anak kita gimana? Dia baru lima tahun, mau gimana dia hidup sendirian?"

Tidak ada yang bisa mendengar teriakanku.

Langkah Rayden tidak berhenti.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 11

    "Candy, Papa minta maaf ... Papa datang terlambat ....""Papa sudah cari kalian selama lima tahun, tapi baru sekarang nemu kalian. Ini semua salah Papa ...."Aku berdiri di samping sambil menutup mulutku dan menangis tanpa suara.Anakku ... akhirnya punya ayah ....Wajah mungil Candy menampilkan keterkejutan, kebahagiaan, lalu berubah menjadi kesedihan yang mendalam. Akhirnya, dia tidak tahan lagi untuk menangis keras. Ekspresi sombong kedua guru itu kini berubah menjadi ketakutan.Polisi sama sekali tidak memedulikan permohonan mereka. Dia langsung membawa mereka kembali untuk ditahan.....Rayden bergerak sangat cepat, hari itu juga dia mengajukan gugatan terhadap kedua orang itu.Tim pengacaranya juga sangat efisien. Mereka langsung menemukan riwayat kekerasan terhadap anak yang pernah mereka lakukan sebagai bukti tambahan. Kasus ini menjadi besar dan seluruh masyarakat ikut memperhatikan."Anakku juga pernah dipukul sama Bu Lia. Dia ancam anakku bakal kunci dia di ruangan gelap kal

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 10

    Aku menutup telinga putriku. Tatapanku ingin sekali mencabik-cabik mereka berdua saat itu juga. Semua orang dibuat gemetar karena marah, bahkan Rayden juga tidak terkecuali.Giginya bergemeretak dan hampir saja dia kembali menerjang. Namun, saat melihat tatapan ketakutan Candy, tanpa sadar dia menarik tangan Candy dan menempatkannya di belakang tubuhnya."Kalian berdua ingat baik-baik apa yang kalian katakan hari ini, karena ke depannya aku akan membuat kalian menanggung semuanya! Masuk penjara saja terlalu ringan untuk kalian!"Aidil mencibir, lalu berkata dengan sombong, "Cuma karena kamu kaya, kamu pikir kamu hebat? Sudah kuduga kamu akan sengaja menargetkan kami dan memaksa kami mengaku! Makanya waktu kamu memukulku tadi, aku sudah merekamnya dan mengirimkannya dari ponselku!""Kalau sampai terjadi sesuatu sama aku atau Bu Lia, orang pertama yang akan dicurigai adalah kamu!"Lia mengangguk. "Benar, meskipun kami hanya rakyat biasa, kami juga punya koneksi sendiri. Kalau masalah ini

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 9

    "Tolong ... bawa aku cari Mama, ya? Mama di mana? Kenapa dia belum datang jemput aku pulang? Aku mau Mama ...."Polisi pria menarik napas dalam-dalam, lalu akhirnya berkata dengan hati-hati, "Candy, Mama kamu capek. Sekarang dia perlu pergi ke tempat yang sangat, sangat jauh, untuk beristirahat lama. Nanti waktu kamu sudah berusia 18 tahun, dia akan kembali."Putriku tertegun, suaranya berat karena tangisan. "Nggak mungkin ... Mama sayang sekali sama aku .... Dia nggak akan meninggalkanku ....""Nggak .... Dia nggak bakal ninggalin aku ...."Rayden langsung memeluknya dan menepuk-nepuk punggungnya perlahan. "Candy jangan takut, Om ada di sini."Kehangatan dari tubuh pria itu perlahan menenangkan Candy. Sementara itu, aku hanya bisa menangis tanpa suara di samping."Rayden, tolong ... tolong bantu anak kita. Paling nggak ... jangan biarkan dia tumbuh sendirian di panti asuhan ...."Candy menangis lama di pelukan Rayden, sampai akhirnya karena kelelahan dia tertidur lelap saat fajar meny

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 8

    "Pa ... Om, jangan khawatir ... aku nggak sakit ...."Melihat luka di tubuh putriku, hatiku terasa sangat perih.Padahal Candy paling takut sakit. Aku sudah terbiasa ingin meniup lukanya untuk menenangkannya, tapi Rayden malah lebih dulu menunduk dan meniup lembut pergelangan tangan putriku.Seolah menyadari apa yang dia lakukan, ekspresi Rayden sedikit kesal.Candy menarik lengan bajunya, lalu bertanya, "Om, kamu tahu ke mana perginya mamaku? Kenapa dia belum datang jemput aku?"Rayden terdiam.Padahal dia tidak pernah peduli dengan urusan orang lain, tapi setiap gerak-gerik Candy malah menarik perhatiannya.Padahal Candy adalah anakku dengan orang lain, tapi melihat wajah yang mirip denganku, dia tidak bisa mengabaikannya.Padahal dia sudah membenciku selama lima tahun, tapi saat mendengar kabar kematianku, pikirannya langsung kosong.Karena itu, dia tanpa sadar mengajukan pertanyaan yang selama ini mengganggunya, "Kenapa kamu nggak telepon ayahmu?"Candy mengernyit, lalu menggeleng

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 7

    Sekarang, tubuhnya tampak kotor berantakan dan terkulai lemas di pelukan polisi. Meskipun bukan anaknya, setiap kali memikirkan apa yang dialami anak itu, hati Rayden tetap terasa sakit.Saat itu juga, guru wanita berteriak sambil berlari masuk dan berdiri di depan Aidil, "Apa hak kalian memukul orang?"Begitu mendengar suara guru itu, Candy tanpa sadar menyusut ke dalam pelukan polisi wanita.Tangannya yang mungil mencengkeram lengan polisi itu erat-erat. Saat dia bergerak sedikit, tampak jelas luka memar di pergelangan tangannya."Candy, bilang ke Tante, kenapa bisa ada luka di tubuhmu?"Guru wanita itu melirik Candy di pelukan polisi, lalu memalingkan wajah dengan rasa bersalah. Candy menundukkan kepala dan menggigit bibirnya erat, air matanya terus menetes.Rayden berjongkok dan mengusap kepala Candy dengan lembut. "Candy jangan takut, aku teman ... Mama kamu.""Kalau kamu nggak mau Mama khawatir, kamu bisa bilang ke Om ...."Candy mengedipkan matanya yang berkaca-kaca, lalu diam-d

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 6

    Semua orang bergegas masuk ke dalam sekolah. Jeritan itu semakin jelas, jantung Rayden pun berdebar kencang. Saat mendengar suara yang begitu familier, hatinya seperti diremas kuat. Dalam hatinya terus berdoa, "Jangan Candy ... jangan sampai Candy ... jangan dia ...."Tangisan serak anak kecil bercampur dengan tawa puas seorang pria, bergema di lorong kelas yang kosong.Saat polisi mendobrak pintu, Rayden melihat pemandangan di depannya dan seluruh darah di tubuhnya seakan membeku. Tidak peduli bagaimana gadis kecil itu meronta dan memohon, dia tetap dikurung erat dalam pelukan pria menjijikkan itu.Aku hampir kehilangan akal. Aku menerjang maju bagaikan orang yang kehilangan akal, lalu memukul dan menendangnya. "Bajingan! Binatang! Bahkan jadi hantu pun aku nggak akan melepaskanmu!"Rayden berlari maju dengan panik dan menarik pria itu menjauh. Saat dia melihat jelas wajah Candy di pelukannya, jantungnya seolah berhenti berdetak.Tinju keras langsung menghantam wajah Aidil."Bajingan!

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 5

    "Cuih!"Melihat tatapan terkejut putriku, mata guru wanita itu semakin ganas. Sepatu hak tingginya menendang keras dada putriku."Lihat apaan? Dasar anak haram! Ibumu saja sudah nggak mau kamu!"Putriku terjatuh kesakitan di lantai. Darah keluar dari mulutnya, tapi dia tetap membantah dengan keras k

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 4

    "Aku paling benci anak-anak nakal seperti kalian, menjijikkan."Putriku memeluk lututnya sendiri dan menangis sampai suaranya serak.Di kantor, Rayden tiba-tiba merasakan nyeri di dadanya. Dia mengerutkan kening, lalu tatapan dinginnya langsung menyapu bawahan yang berdiri di sampingnya."Masih belu

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 3

    Dia meletakkan telepon, lalu mengambil krayon yang tadi dibuang guru dan bersiap melanjutkan menggambar. Namun, perutnya tiba-tiba berbunyi keroncongan.'Lapar sekali,' pikirnya.Candy membuka tas sekolah kecilnya, tidak ada makanan. Dia mencari di laci, tetap tidak ada. Akhirnya, pandangannya berhe

  • Pembalasan Sang Miliarder Setelah Dicampakkan   Bab 2

    Sebelum keluar dari kelas, putriku tiba-tiba teringat sesuatu, lalu tanpa sadar memanggil, "Papa."Rayden terhenti dan menatap anak itu dengan tidak percaya."Kamu ... kamu panggil aku apa?"Putriku tersadar, pipinya langsung memerah karena malu. "Maaf, Om, aku salah mengira kamu papaku. Om, kamu ma

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status