"Mmmh..." Hana membalas ciuman itu, tangannya meremas kepala Ucup, menariknya lebih dekat, memperdalam sentuhan mereka. "Kamu tadi bilang diam... sekarang malah nakal," gumamnya di sela ciuman. "Kamu yang bikin aku begini," jawab Ucup serak, napasnya menghantam wajah Hana. Hana terkekeh pelan, tapi erangan itu berubah jadi desahan ketika tangan Ucup mulai menyusuri punggungnya, menggambar garis dari bahu hingga pinggang. "Ucup..." Tanpa banyak kata, Ucup membalikkan posisi. Dengan gerakan halus, ia menjatuhkan Hana ke kasur dan kini dialah yang berada di atas. Hana menatapnya dari bawah, pipinya memerah, bibirnya sedikit terbuka. "Sekarang giliranku," bisik Ucup. Ia turun dan melepas rok Hana perlahan, menariknya turun dari kaki wanita itu tanpa memalingkan wajah. Lalu dalaman Hana menyusul, terlepas dan terbuang ke lantai. Hana mendesah begitu udara menyentuh kulitnya. "Ucup... jangan buat aku menunggu..." "Aku tak akan," jawab Ucup, lalu menurunkan kepalanya di antara
続きを読む