Home / All / HOW TO BE GOOD IN BED / Reuni Yang Menyakitkan

Share

Reuni Yang Menyakitkan

Author: Meyrna
last update publish date: 2026-05-01 10:32:23

Elara jatuh terduduk di lantai dingin koridor saat melihat wajah pria di layar monitor itu. Wajah yang selama ini hanya ia temui dalam kenangan dan foto usang, kini berdiri tegak di tengah laboratorium bawah tanah Jakarta.

"Ayah? Tidak mungkin, aku sendiri yang melihat Ayah dikuburkan waktu itu!" teriak Elara sambil memukul dinding kaca laboratorium.

Aris segera menarik bahu Elara agar tetap waspada karena Satria yang sudah dikendalikan sarafnya mulai bergerak mendekat. "Itu bukan ayahmu, Elara
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Akhir atau Awal?

    Elara merasa dunianya yang tadi gelap mendadak dipenuhi secercah harapan yang sulit dipercaya. Ia mencengkeram lengan petugas medis itu dengan sangat kuat sampai buku jarinya memutih."Siapa yang selamat? Tolong katakan dengan jelas siapa orang itu!" desak Elara dengan suara yang gemetar hebat.Petugas itu tampak ragu sejenak sebelum akhirnya membimbing Elara menuju sebuah ambulans yang baru saja tiba di lokasi. "Dia ditemukan di ruang kedap suara yang sangat dalam, luka-lukanya parah tapi detak jantungnya sangat stabil."Begitu pintu ambulans terbuka, Elara melihat sosok pria yang terbaring lemas di bawah timbunan selimut oksigen. Wajahnya penuh luka gores dan bahunya dibalut perban tebal, namun ia perlahan membuka mata saat mendengar langkah Elara."Aris? Kamu... kamu benar-benar masih hidup?" tangis Elara pecah seketika di samping tandu tersebut.Aris mencoba tersenyum meskipun setiap gerakan wajahnya tampak memberikan rasa sakit yang luar biasa baginya. "Aku bilang aku akan melind

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Menghapus Jejak

    Dada Elara terasa seperti dipacu oleh ribuan volt listrik saat wajahnya memenuhi setiap layar di gudang itu. Ia menatap nanar ke arah siaran berita yang menunjukkan kekacauan massal di berbagai belahan dunia karena sistem digital yang lumpuh."Hentikan semua ini, Master! Anda sedang menghancurkan kehidupan jutaan orang tak bersalah!" teriak Elara sambil berlutut menahan sakit.Master Rama tidak bergeming, matanya terpaku pada grafik data yang terus melonjak tajam di layar tabletnya. "Ini bukan kehancuran, Elara, ini adalah penyucian total agar dunia bisa kembali ke titik nol di bawah kendali yang tepat."Satu per satu lampu di Jakarta mulai padam secara berurutan, menciptakan kegelapan yang mencekam dari arah utara hingga selatan. Elara menyadari bahwa Master Rama menggunakan detak jantungnya sebagai mesin penggerak untuk mematikan seluruh infrastruktur kota."Anda menggunakan ajaran padepokan untuk tujuan iblis ini? Ayahku pasti akan sangat malu melihat Anda!" maki Elara dengan sisa

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Siapa Dalang Sebenarnya

    Elara menggenggam ponsel tua itu dengan tangan yang masih gemetar karena sisa ledakan tadi. Suara di dalam pesan singkat itu terus terngiang, membuat bulu kuduknya merinding di tengah kebisingan kota."Siapa lagi ini? Kenapa penderitaan ini seolah tidak ada ujungnya?" bisik Elara sambil menyeka air mata yang bercampur debu.Ponsel itu tiba-tiba bergetar lagi, menampilkan sebuah peta digital yang mengarah ke sebuah gudang tua di pinggiran Jakarta Utara. Elara menatap gedung Sudirman yang kini membara, menyadari bahwa pengorbanan Aris mungkin belum menyelesaikan segalanya."Aku harus tahu siapa orang ini, kalau tidak, nyawa Aris benar-benar hilang tanpa arti," gumam Elara sambil bangkit berdiri dengan kaki yang tertatih.Ia mencuri sebuah sepeda motor yang kuncinya masih tertinggal di parkiran darurat untuk segera meninggalkan lokasi ledakan. Angin malam Jakarta yang lembap menerpa wajahnya, namun pikirannya melayang pada sosok pria bertopi hitam tadi."Rasanya aku pernah melihat postur

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Pengorbanan Sang Pelindung

    Suhu di dalam ruangan server semakin panas, membuat keringat mengucur deras dan napas terasa sangat berat. Elara terkulai lemas di pelukan Aris, matanya mulai terpejam karena sinyal elektromagnetik Diana terus menekan jantungnya."Elara, bertahanlah! Jangan biarkan dia mengambil alih kendali tubuhmu sekarang!" teriak Aris sambil mengguncang bahu Elara dengan panik.Hologram raksasa Diana tertawa puas melihat penderitaan adiknya di tengah kepungan mesin-mesin yang berdenyut merah. "Sia-sia saja, Aris, jantungnya sudah tersinkronisasi dengan mesin pusatku dan tidak ada jalan kembali."Aris menatap ke sekeliling ruangan, mencari kelemahan di antara ribuan kabel yang menjalar seperti pembuluh darah raksasa. Ia menyadari bahwa seluruh kekuatan Diana bergantung pada aliran listrik yang sangat besar dari generator inti di bawah lantai."Kalau aku tidak bisa menyelamatkanmu dengan cara biasa, maka aku harus menghancurkan sumber kekuatannya!" gumam Aris dengan penuh tekad.Aris meletakkan tubu

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Reuni Yang Menyakitkan

    Elara jatuh terduduk di lantai dingin koridor saat melihat wajah pria di layar monitor itu. Wajah yang selama ini hanya ia temui dalam kenangan dan foto usang, kini berdiri tegak di tengah laboratorium bawah tanah Jakarta."Ayah? Tidak mungkin, aku sendiri yang melihat Ayah dikuburkan waktu itu!" teriak Elara sambil memukul dinding kaca laboratorium.Aris segera menarik bahu Elara agar tetap waspada karena Satria yang sudah dikendalikan sarafnya mulai bergerak mendekat. "Itu bukan ayahmu, Elara! Itu adalah klon yang memorinya telah dimodifikasi untuk memancingmu masuk ke dalam perangkap!"Satria mengayunkan sebuah tongkat besi dengan gerakan kaku namun memiliki tenaga yang sangat luar biasa besar. Elara menghindar dengan gerakan refleks, sementara hatinya hancur melihat teman baiknya diperlakukan seperti boneka rusak."Satria, sadarlah! Ini aku, Elara, teman yang pernah kamu selamatkan di dermaga!" seru Elara sambil mencoba menahan serangan Satria.Namun, Satria tidak merespons sama s

  • HOW TO BE GOOD IN BED   Reuni Yang Menyakitkan

    Elara jatuh terduduk di lantai dingin koridor saat melihat wajah pria di layar monitor itu. Wajah yang selama ini hanya ia temui dalam kenangan dan foto usang, kini berdiri tegak di tengah laboratorium bawah tanah Jakarta."Ayah? Tidak mungkin, aku sendiri yang melihat Ayah dikuburkan waktu itu!" teriak Elara sambil memukul dinding kaca laboratorium.Aris segera menarik bahu Elara agar tetap waspada karena Satria yang sudah dikendalikan sarafnya mulai bergerak mendekat. "Itu bukan ayahmu, Elara! Itu adalah klon yang memorinya telah dimodifikasi untuk memancingmu masuk ke dalam perangkap!"Satria mengayunkan sebuah tongkat besi dengan gerakan kaku namun memiliki tenaga yang sangat luar biasa besar. Elara menghindar dengan gerakan refleks, sementara hatinya hancur melihat teman baiknya diperlakukan seperti boneka rusak."Satria, sadarlah! Ini aku, Elara, teman yang pernah kamu selamatkan di dermaga!" seru Elara sambil mencoba menahan serangan Satria.Namun, Satria tidak merespons sama s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status