Kotak kafan putih itu masih terasa dingin di telapak tangan Elara, sementara aroma amis dari potongan jari Adrian merusak keharuman minyak cendana di vila tersebut. Jantung Elara berpacu, namun di kepalanya, suara Master Rama bergema pelan: “Napas adalah jangkar jiwa. Jika napasmu goyah, duniamu akan runtuh.”Elara menarik napas dalam melalui hidung, menahannya di ulu hati, lalu menghembuskannya perlahan hingga detak jantungnya melambat secara artifisial. Ia tidak boleh terlihat hancur, ia harus menjadi air yang tenang namun mampu menghanyutkan apa pun."Diana! Keluar kau!" teriak Elara, suaranya kini tidak lagi melengking panik, melainkan rendah dan berwibawa, sebuah teknik Vashikaran awal untuk menguasai frekuensi ruangan.Diana muncul dari kegelapan selasar dengan wajah yang mendadak kehilangan ketenangannya saat melihat isi kotak tersebut. Master Rama mengekor di belakangnya, matanya terpaku pada potongan jari yang masih mengenakan cincin emas keluarga Atmajaya itu."Ini bukan per
Last Updated : 2026-04-07 Read more