/ Romansa / Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku / 87. Pria yang Mendidik Naomi

공유

87. Pria yang Mendidik Naomi

작가: prasidafai
last update 게시일: 2026-04-28 21:07:45

Vance pernah bilang kalau selalu ada kemungkinan telepon mereka disadap.

Jadi baik Nicolle, maupun Vance, tidak boleh menyebut nama asli masing-masing jika memang harus berkomunikasi menggunakan telepon.

Kode ‘Melati’ adalah untuk Nicolle.

“Jelaskan kenapa kau bertemu Badai!” Suara berat itu menghantam telinga Nicolle tanpa peringatan.

Tidak ada sapaan, apalagi basa-basi.

Jantung Nicolle langsu
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Puji Yuli
ga sabar nunggu Raiden tahu kebenaranmya...
goodnovel comment avatar
wh1teF1sh
emang bener sih, Pak Vance. aku juga kalo di posisi Pak Vance bakalan sama sengitnya thd anak dan cucu dia lindungi smp mengorbankan diri dg tidak bisa menjumpai mereka selama ini bahkan tidak dikenali oleh cucunya sendiri. lalu skrg keputusan Naomi justru menyianyiakan semua itu.
goodnovel comment avatar
Yu Mi
pusing bangeeet jadi Naomi,,sabar ya Nak
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   101. Kadang Sahabat, Kadang Musuh

    Dua hari cukup untuk membangun keberanian, tetapi tidak cukup untuk menghilangkan rasa gugup.Nicolle berdiri di pinggir jalan, beberapa meter di luar gerbang markas. Mobil hitam itu sudah menunggunya dengan mesin menyala.Brandon ada di belakang kemudi, dan bayangan sosok tegak di kursi belakang yang bisa Nicolle kenali bahkan lewat kaca yang sedikit buram.Nicolle menarik napas panjang, lalu membuka pintu.“Kenapa kamu tidak langsung naik dari dalam?” tanya Vance begitu Nicolle duduk di sebelahnya.Pintu tertutup.“Karena ada yang akan bertanya-tanya jika melihat Dokter Nicolle naik ke mobil Jenderal Vance,” jawab Nicolle datar sambil merapikan sabuk pengamannya. “Papa seperti tidak tahu saja kalau markas ini pasti penuh mata-mata, apalagi Papa adalah target empuk untuk mereka.”Vance tidak merespons. Namun dari sudut mata, Nicolle melihat pria paruh baya itu memalingkan wajah ke jendela.Brandon menjalankan m

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   100. Menantu dan Ayah Mertua

    Ketegangan semakin mencekam begitu Nicolle meninggalkan ruangan. Vance tidak membuang waktu. “Apa seperti ini Jenderal Viktor mendidik Mayor Raiden?” tanya Vance sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya. “Apa Mayor lupa etika dalam kemiliteran?” Raiden tidak menjawab. “Jika ingin bicara dengan seseorang yang pangkatnya berada di atas Mayor, seharusnya Mayor membuat janji dari jauh-jauh hari,” lanjut Vance. Raiden berdiri tegak di hadapan Vance. Tinggi badan mereka hampir sama, jadi tidak ada yang perlu mendongak, atau pun menunduk. “Saya ingin bicara dengan Jenderal Vance sebagai seorang menantu,” sahut Raiden. Vance memelotot. “Apa Mayor bilang?" “Menantu,” jawab Raiden tanpa ragu mengulang ucapannya. “Walaupun Naomi sudah meninggal dunia, saya tidak pernah bercerai dengannya, Jenderal.” “Jadi Jenderal Vance masih ayah mertua saya,” tambah Raiden. Vance tertawa terbahak-bahak, persis seperti Nicolle, ketika mendengar sesuatu yang benar-benar menggelikan. Tidak

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   99. Kehilangan Sopan Santun Demi Nicolle

    “Dokter Nicolle,” panggil Raiden lirih.Di belakang Raiden, Brandon yang ditugaskan untuk mencegah siapa pun masuk ke ruangan, membungkuk dalam.“Jenderal, maaf. Saya lalai.”Vance mengibaskan tangan, memberi kode supaya Brandon mundur tanpa perlu mengatakan apa pun.Brandon menurut. Dia segera melangkah menjauh, kembali berjaga di depan pintu.Nicolle sudah lebih dulu memalingkan wajahnya. Wanita itu mengusap sisa air mata dengan punggung tangan, memastikan Raiden tidak melihat itu.Namun sudah terlambat. Raiden melihatnya.“Ada apa ini?” tanya Raiden pelan.Nicolle tidak langsung menjawab. Kepalanya dipenuhi berbagai kemungkinan.Seberapa banyak yang didengar Raiden? Apa pria itu mendengar namanya disebut sebagai Naomi? Atau ada lebih banyak rahasia yang Raiden dengar?Belum sempat Nicolle merangkai jawaban, suara lain memotong.

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   98. Di Luar Dugaan

    Nicolle menahan napas sesaat. Dada wanita itu naik turun, berusaha menenangkan detak jantungnya yang belum juga stabil sejak kedatangan Vance.“Hmm, benar juga.” Henry menimpali dari sisi lain. “Dokter Nicolle bahkan tidak segugup itu di depan saya, yang memegang penuh hak untuk menilai kemampuannya demi lulus pendidikan spesialis.”Nicolle menatap Henry dan Raiden bergantian. Dia mengepalkan tangan, berusaha mengumpulkan kekuatannya.“S-siapa yang bilang saya gugup?!” tanya Nicolle.Olivia menutup mulutnya, menahan senyum. Sementara Henry hanya mengangkat sedikit sudut bibirnya sebelum berbalik.“Kerjakan bagianmu, Dokter Nicolle,” ucap Henry sambil melirik jam tangannya. “Masih banyak pasien yang menunggu. Giliran saya yang beristirahat.”Henry langsung melangkah pergi, begitu pula dengan Olivia.Nicolle tidak punya pilihan selain mengikuti mereka, meninggalkan Raiden yang masih berdiri dengan tatapan penuh tanya.Kepala Nicolle sedang tidak bisa berpikir jernih. Jika dia terus bera

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   97. Lebih Istimewa

    Ini bukan kebetulan. Vance tidak pernah pergi ke mana pun tanpa alasan.Jantung Nicolle berdegup begitu keras hingga terasa menyakitkan.Mata Nicolle dan mata Vance bertemu sepersekian detik. Orang lain mungkin tidak menyadarinya, tetapi itu cukup membuat darah Nicolle seakan berhenti mengalir.“Selamat datang, Jenderal Vance!” Viktor menyapa dan memberi hormat.Vance memalingkan pandangan ke sumber suara.Di belakang Vance, Brandon menyusul turun. Pengawal ayahnya itu tidak pernah ketinggalan ikut.Nicolle refleks mundur setengah langkah sambil sedikit menundukkan kepalanya. Satu-satunya hal yang bisa Nicolle lakukan untuk menyembunyikan keterkejutannya di tengah puluhan pasang mata yang sedang menyaksikan.Namun gerakan kecil itu tidak sepenuhnya luput dari pandangan.Raiden, yang berdiri tidak jauh dari Nicolle dalam posisi hormat, melihat semuanya. Dia menyipitkan mata penuh curiga pada Nicolle.Tanpa menunggu lama, Raiden meraih pergelangan tangan Nicolle dan menariknya mendekat

  • Mayor Raiden Tidak Bisa Melepaskanku   96. Masalah Lagi

    Alex menoleh. Pria itu langsung menegang.“Mayor Raiden,” sapa Alex spontan memberi sikap hormat.Raiden dengan santai merangkul bahu Alex.“Kau tadi bilang apa, Kapten Alex?” ulang Raiden, kali ini penuh penekanan.Alex, alih-alih menciut, justru tersenyum lebar.“Berbuat mesum.” Alex menjawabnya tanpa ragu. “Saya pernah memergoki Mayor di ruangan waktu itu bersama Dokter Nicolle. Tadi pagi pun, Mayor dan Dokter terlalu terang-terangan di depan semua orang. Saya bisa mengerti, tapi orang lain tidak, Mayor.”Nicolle menghela napas panjang sambil mengalihkan pandangannya sesaat. “Jenderal Viktor juga melihat Mayor dan Dokter. Saya tidak mau Mayor mendapatkan masalah lagi,” tambah Alex sedikit khawatir.Ucapan itu membuat Nicolle langsung menoleh cepat.Namun sebelum Nicolle sempat mencerna sepenuhnya, Raiden sudah lebih dulu membekap mulut Alex dengan tangannya.“Mmff–!” Suara Alex teredam.Nicolle membelalak.“Masalah?” ulang Nicolle tidak percaya, tatapannya berpindah dari Alex ke R

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status