Hans menatapku lekat, ada guratan kewaspadaan yang perlahan kembali menyelimuti wajahnya yang tegas. "Nyonya, soal orang tua Anda, saya sudah katakan tadi... Tuan Sinyo yang mengatur semuanya demi keselamatan mereka. Saya tidak bisa bicara lebih banyak.""Aku tidak minta kamu membocorkan lokasinya, Hans," potongku cepat dengan suara mengalun lembut, berusaha memotong ketegangannya, padahal aku berbohong, aku sangat ingin tau mereka dimana."Aku cuma mau memastikan... apa mereka benar-benar sehat? Suara telepon kamu tadi... apa itu tentang mereka?" tanyaku lagi.Hans sempat mematung. Ia menyadari bahwa aku sempat mendengar potongan percakapan rahasianya dengan seorang pria bernama Jaka. Pria itu berdeham canggung, lalu meraih potongan bolu pisang kedua di atas piring dan melahapnya."Iya, Nyonya," ia mengakui akhirnya, helaan napas pasrah terdengar dari bibirnya. "Dua paket yang saya maksud tadi adalah orang tua Anda. Mereka sangat aman, tempat tinggal mereka nyaman, dan seperti yang An
Leer más