Setibanya di rumah, Bara langsung menuju kamar mandi, sementara aku beralih ke dapur untuk menghangatkan lauk siang untuk makan malam kami.Dulu, saat masih tinggal bersama Papa, aku tidak pernah menyentuh pekerjaan semacam ini. Menu harian kami selalu bervariasi dan segar. Sekarang, hidupku berubah total. Aku sebenarnya sudah lelah mengeluh soal jamban jongkok, kamar mandi tanpa shower, hingga kasur tua yang selalu berderit setiap kali aku bergerak. Belum lagi atap kamar yang berlubang dan rutinitas memasak menggunakan kayu bakar yang membuat mataku perih.Terkadang, nafsu makanku hilang begitu saja. Bukan karena lapar yang tak kunjung datang, tapi karena aku sudah tidak selera lagi menyantap masakan yang sama dengan menu tadi siang. Semua kesederhanaan ini terasa begitu menyesakkan, kontras dengan kehidupan yang pernah kujalani sebelum pelarian ini dimulai.Sambil mengaduk lauk di atas tungku, telingaku tetap terjaga, menangkap suara kucuran air dari kamar mandi. Pikiranku justru te
اقرأ المزيد